1.055 Mahasiwa Baru UBB Dapat Gratis KTM dan Kartu Belanja BRI

  • Whatsapp

1 2

MERAWANG (UBB) – Sebanyak 1.055 mahasiswa baru Universitas Bangka Belitung (UBB) mendapat ‘kado’ istimewa dari UBB dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Pangkalpinang. Seluruh mahasiswa tahun akademik 2016/2017 ini mendapat Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) yang dapat digunakan sebagai alat transaksi belanja di 50 merchant (pedagang) dan toko.

Bacaan Lainnya

Pemberian kartu co-branding antara KTM dengan Kartu BRI ini, secara simbolis ditandai dengan penyerahan kartu itu dari Pimpinan Cabang (Pinca) BRI Pangkalpinang Saiful Musadir kepada dua perwakilan mahasiswa baru pada penutupan Spesivik (Studi Pengenalan dan Simulasi Aktivitas Kampus) XI UBB di Lapangan Parkir Fakultas Teknik UBB, Balunijuk, Sabtu (20/08/2016) petang.

Mengomentari hal ini, Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi mengemukakan co-branding antara KTM dan Kartu BRI itu merupakan salah satu terobosan UBB agar mahasiswa tidak tergantung dengan uang tunai dalam melakukan transaksi. Selain itu, hal ini sejalan dengan kebijakan cashless transaction (transaksi sedikit menggunakan uang tunai) yang telah dirilis Bank Indonesia selaku otoritas moneter.

“Kita, UBB, mendukung kebijakan cashless transaction itu. Kedepannya, kita berharap fasilitas dari co-branding antara KTM dan Kartu BRI dapat ditingkatkan lagi. Misalnya dapat menjadi media pembayaran uang kuliah tunggal bagi kalangan mahasiswa UBB,” ujar Muh Yusuf.

Saiful Musadir mengemukakan, fasilitas yang diberikan co-branding antara KTM dengan Kartu BRI ini, hampir sama dengan jasa bisnis BRI ‘Brizzi’. Sebagai uang elekronik, kartu itu menjadi sarana pembayaran di ‘merchant-merchant’ dengan saldo maksimal Rp 1 juta.

“Mahasiswa UBB pemegang kartu co-branding KTM dengan Kartu BRI dapat belanja di 50 ‘merchant’ di Pangkalpinang. Satu di antaranya di Hypermarket dan Ramayana. Kartu ini dapat digunakan untuk membeli tiket, atau bayar ongkos busway di Jakarta,” ujar Syaiful didampingi Setyo Agung, Manajer Pemasaran BRI Pangkalpinang.

Dikemukakan, KTM berfungsi ganda sebagai uang elektronik ini dicetak percuma (gratis) oleh BRI khusus untuk 1.055 mahasiswa UBB tahun akademik 2016/2017. Sedangkan untuk mahasiswa lainya, pihak BRI menunggu data dari pihak UBB.

Menurut Syaiful, ke depan BRI akan meningkatkan fasilitas kartu tersebut, semisal untuk transaksi pembayaran uang kuliah dan sebagainya. Atau bisa diperluas menjadi co-branding dengan multi kartu. Sedangkan untuk transaksi di BRI akan sangat efisien karena dikerjakan oleh mesin.

“Itu semua bisa kita lakukan, sebab BRI telah memiliki satelit sendiri, BRI Sat, yang telah diluncurkan Juni lalu. Sebagai satu-satunya bank di dunia yang punya satelit sendiri, mimpi BRI adalah menjadi digital banking. Semua transaksi tidak perlu lagi ke kantor; cukup di rumah atau di tempat tidur saja,” ulas Syaiful.

Mengenai cara mengisi uang di karto co-branding antara KTM dengan kartu BRI, Syaiful mengatakan kartu dapat diisi ulang (top up) lewat transfer ATM, atau melalui rekening BRI dan bank lain.

“Merchant kita akan diperbanyak. Sehingga ke depan mahasiswa tidak harus mengeluarkan uang tunai untuk makan atau minum di kantin UBB,” ujar Syaiful.

Diakuinya, kartu co-branding ini punya kelemahan. Sebagai uang elektronik, kartu itu bila hilang dan jatuh ke tangan orang lain, bisa langsung digunakan penemunya, dan sulit dilacak.

“Tidak ada pengaman, semacam pasword atau pin. Pemegang kartu itulah sekaligus berfungsi sebagai pengamannya,” ujar Syaiful.
Kartu co-branding ini lanjut Syaiful telah digunakan oleh universitas-universitas besar. Namun untuk Bangka Belitung, baru mahasiswa UBB yang menjadi pemegangnya.

Sabtu petang itu, sebelum menutup Spesivik XI, Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi dan Pinca BRI Pangkalpinang, Syaiful Musadir menandatangani naskah nota kesepahaman pemanfaatan dan penyedia jasa di ruang kerja rektorat Kampus Terpadu UBB, Balunijuk, Merawang (Eddy Jajang Jaya Atmaja)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan