1 Semester Polair Ungkap 23 Kasus

  • Whatsapp
AKBP Irwan Deffi Nasution, S.IK

KABARBANGKA.COM, PANGKALPINANG — Dalam kurun waktu enam bulan atau satu semester periode (Januari – Juni 2018), Direktorat Polair Polda Babel sudah mengungkapkan sebanyak 23 kasus.

Demikian dikatakan Kasubdit Gakkum AKBP Irwan Deffi Nasution, seizin Direktur Polair Polda Babel Kombes Pol Lukas Gunawan di Mako Polair Polda Babel, Kamis (12/07/2018) siang.

Bacaan Lainnya

“Selama satu semester ini, Polair sudah mengungkapkan 23 kasus. Diantaranya Ilegal Mining 4 kasus, perampokan 3 kasus, pencurian 1 kasus, narkoba 1 kasus, ilegal fishing 12 kasus, KSDAH 1 kasus, dan pelayaran 1 kasus,” ungkap Irwan Nasution diruang kerjanya, didampingi Wadir Polair AKBP M. Zainul.

Dijelaskannya, dari 23 kasus tersebut, sebanyak 25 orang ditetapkan tersangka. Estimasi kerugian negara yang berhasil dikembalikan dari 23 kasus itu, diperkirakan mencapai 1,5 milyar rupiah.

“Dari 23 ungkap kasus itu, sebanyak 21 kasus berkasnya sudah dinyatakan lengkap (P21), dan 2 kasus masih penyidikan, yaitu 1 kasus ilegal mining dan 1 kasus perampokan. Estimasi kerugian negara yang bisa diselamatkan sekitar 1,5 milyar rupiah,” jelasnya.

Untuk kasus perampokan, nelayan dari Bangka Selatan mengucapkan terima kasih kepada Polair, karena sudah menangkap pelaku perampokan yang biasa melakukan kejahatan dilaut.

“Sekarang sudah tidak ada lagi kasus perampokan dilaut, masyarakat nelayan dari Basel mengucapkan terima kasih kepada Polair, karena sudah menangkap perampok. Nelayan Basel itu berharap agar Polair bisa menjaga Kamtibmas di wilayah mereka. Dan kita akan terus upayakan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat nelayan, supaya nelayan bisa nyaman ketika beraktifitas dilaut. Dan untuk kasus perampokan itu, rata – rata pelakunya bukan orang sini (Bangka), rata – rata pelakunya orang dari luar pulau Bangka,” papar Irwan Nasution.

Lanjutnya, ada sejumlah kasus yang merupakan atensi pimpinan, itu yang jadi fakus pihaknya.

“Kalau untuk kasus yang jadi atensi pimpinan, kita tidak main – main. Seperti kasus ilegal mining, narkoba, dan bom ikan. Itu jadi fokus kita juga,” tukasnya. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan