Cegah Organisasi Radikal Dan Anti Pancasila, Polair Gelar Sosialisasi

  • Whatsapp

satpol air baharkam maber polri & polda sosialisasi

KABARBANGKA.COM – Riau Silip

Muat Lebih

Direktorat Polisi Perairan Badan Pemelihara Keamanan (DITPOLAIR BAHARKAM) Mabes Polri, bersama Dit Polair Polda Bangka Belitung, mengelar sosialisasi terkait penertiban dan penegakan hukum bagi Organisasi Radikal dan Anti Pancasila, di Balai Dusun Tuing, Desa Mapur, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, Rabu (24/08/2016).

Pada kesempatan tersebut hadir Komandan Kapal Kepondan – 5001, dari Dit Polair Baharkam Mabes Polri, AKP Ferdinan Manurung, Ipda Fiqi Panit Patwal Air Pol Air Polda Kepulauan Babel, Kades Mapur Agus Sari dan Kadus Tuing Sunaidi.

Direktur Polair Polda Babel Kombes Pol Lucas Gunawan SIK, didampingi Komandan Kapal Kepondan – 5001 AKP Ferdinan Manurung mengatakan, sosialisasi tentang penertiban dan penegakan Hukum bagi Organisasi Radikal dan Anti Pancasila itu, merupakan bagian Quick Wins Program I Mabes Polri.

” Kegiatan sosialisasi ini sudah sering, bersama kru kapal Kepondan- 5001, sebelumnya digelar di Padang Sumbar. Dan untuk di Bangka Belitung, sebelum sudah dilaksanakan di Pulau Semujur, Bangka Tengah. Dengan tujuan, kita memberikan pengertian kepada masyarakat mengenai tentang penertiban dan penegakan hukum bagi Organisasi Radikal dan Anti Pancasila. Saya minta kepada masyarakat untuk lebih memahami bagaimana ciri-ciri dari paham Radikalisme dan Anti Pancasila,” ujar AKP Ferdinan Manurung, saat menyampaikan sosialisasi ke masyarakat nelayan Dusun Tuing.

Menurut AKP Ferdinan Manurung, perlunya disampaikan tentang paham Radikal dan Anti Pancasila, karena saat ini paham tersebut telah menyebar luas, hingga ke pelosok desa terpencil dan tarap kehidupan masyarakat kurang mampu, dengan berbagai iming-iming ke masyarakat untuk mengikut ajaran mereka.

” Sebelum mereka, dipengaruhi kelompok tersebut, Kita berikan pemahaman dan dengan berharap mereka tidak terbujuk dan juga akan memberikan informasi ke kita (polisi-red), apabila ada mendengar, melihat adanya kelompok terlarang, menyebarkan paham radikal dan anti Pancasila, sehingga akan cepat kita atasi,” ujar AKP Ferdinan Manurung. Sambil menegaskan untuk menjaga menciptakan ketenraman merupakan tugas dan tanggung jawab bersama, baik masyarakat maupun aparat kepolisian.

AKP Ferdinan Manurung juga menghimbau kepada masyarakat nelayan, untuk tetap menjaga keselamatan saat beraktivitas mencari ikan di laut. Mengingat saat sekarang cuaca tidak memungkinkan untuk pergi ke laut, karena cukup berbahaya.

” saya berharap, para nelayan juga menjaga keselamatan saat melaut karena keselamatan itu lebih penting, walaupun dalam rangka bekerja mencari nafkah keluarga, tetapi apabila cuaca tidak memungkinkan untuk sementara tidak turun ke laut,” himbaunya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Mapur Agus Sari, mengucapkan terima kasih atas kedatangan pihak Dit Polair Baharkam Mabes Polri serta personil Dit Polair Polda Babel di dusun Tuing, dalam rangka menyampaikan bahaya Paham Radikal dan Anti Pancasila kepada masyarakat desanya

“Dengan pertemuan seperti ini, masyarakat kami akan paham dengan bahaya Paham Radikal dan Anti Pancasila, juga masyarakat akan secara langsung kenal dengan polisi. Karena jujur saja, saat ini masih ada masyarakat yang takut dengan polisi. Dengan adanya kegiatan seperti ini, mereka bisa tahu bahwa polisi itu baik,” ungkap Agus Sari dalam sambutnya, seraya mengatakan, bahwa masyarakat Dusun Tuing merupakan dusun paling ujung di Desa Mapur, dan hampir 750% warganya nelayan, selain jadi buruh sawit dan petani.

Usai kegiatan tersebut, Dit Polair Baharkam Mabes Polri bersama Dit Polair Polda Babel, juga memberikan bantuan sarana kontak bagi masyarakat nelayan, berupa bendera merah- putih, peralatan olah raga, serta perlengkapan ibadah. Hal itu dilakukan untuk menjalin tali kasih, kepada seluruh masayarakat yang hadir saat kegiatan sosialisasi. (Red / Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *