Jaga Hutan Mangrove, Pewarna Alami Bakal Jadi Andalan Bangka Selatan

  • Whatsapp

photo

TOBOALI (UBB) — Bangka Belitung dikaruniai beragam potensi dan produk bernilai ekonomi tinggi. Tak cuma mineral timah, perkebunan dan hasil laut saja. Tanaman bakau (mangrove) yang hidup di bibir pantai kepulauan ini pun ternyata menghasilkan beragam produk bernilai jual lumayan tinggi.

Muat Lebih

“Semua bagian dari tanaman bakau, apakah itu daun, buah, batang dan akar, bisa menghasilkan zat pewarna alami. Uniknya, warna dari tiap bagian bakau itu beda. Warna alami tidak mudah luntur,” tukas Dr Ir Delianis Pringgenies MSc, pakar bahan hayati laut Indonesia, ketika mempraktikan cara membuat pewarna alami berbahan limbah bakau di Desa Tukak Sadai, Senin (15/08/2016).

Dalam acara bertajuk ‘Pengolahan Limbah Rajungan dan Pemanfaatan Mangrove agar Bernilai Ekonomi Tinggi’, Delianis menjelaskan warna yang dihasilkan dari bagian tanaman mangrove yang satu sama lain berbeda itu, akan berubah lain apabila menggunakan celupan berbeda pula. Semisal tawas dan kapur.

“Variasi warna yang dihasilkan pun beragam, tergantung dari jenis atau varietas mangrove. Tapi, keragaman warna bisa lebih banyak tergantung dari keberanian kita melakukan pencampuran,” ujar Delianis kepada ibu-ibu PKK, isteri nelayan, karang taruna, siswa SMK Negeri 1 Tukak Sadai dan 40 mahasiswa KKN UBB Angkatan XI.

Warna yang dihasilkan dari perebusan bagian tanaman mangrove kebanyakan coklat dan cenderung lembut. Warna ini berasal dari pigmen yang terdapat di semua bagian tanaman mangrove.

“Pewarna alami ini tahan luntur. Di Kudus ditemukan batik yang tak luntur meski telah berumur 100 tahun. Batik itu menggunakan pewarna alami dari mangrove,” ujar Delianis.

Dijelaskan, batik tulis yang merupakan salah satu adicipta nenek moyang kita itu tahan dari pengaruh paparan cuaca panas dan dingin karena menggunakan pewarna alami.

“Pakaian yang menggunakan pewarna alami akan menjadi lebih lembut sehingga enak dikenakan. Berbeda dengan pakaian dengan pewarna bahan kimia, ia akan menjadi keras. Tak heran bila orang asing suka membeli batik tulis yang memakai pewarna alami, meski harganya relatif mahal,” ulas Delianis, alumni Marine Science Programme, Universitas Arthur Denmark.

Dalam acara yang diprakarsai Mahasiswa KKN UBB Angkatan XI ini, Delianis menjelaskan tanaman mangrove bisa dijadikan kerupuk, panganan (kue), tepung, selai dan sebagainya.

“Buah mangrove bisa dijadikan bahan untuk kerupuk. Nutrisi yang terkandung di buah mangrove sangat tinggi. Sedangkan tepung dari bahan mangrove juga mengandung gizi dan protein tinggi,” ujar Delianis seraya mempersilakan ibu-ibu nelayan, PKK, karang taruna, siswa SMK Negeri I Tukak dan mahasiswa/i KKN Angkatan XI mencicipi kerupuk mangrove.

Delianis berharap semua yang ia paparkan dapat dipraktikkan dan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi dari Bangka Selatan. Hal itu sangat memungkinkan mengingat teknologi membuat pewarna alami tidaklah begitu rumit, sementara bahan baku tanaman mangrove sangat berlimpah.

“Di Jawa Tengah, kita punya desa binaan di mana ibu-ibu PKK-nya sudah mampu membuat dan bahkan telah menjual pewarna alami,” ujar Delianis yang pada tanggal 24 Agustus ini diundang ke Jepang untuk membahas penelitiannya seputar bioteknologi laut.

Sementara itu Otto Supratman (Ketua Dosen Pembina Lapangan KKN UBB Angkatan XI Desa Tukak Sadai) menjelaskan pihaknya sengaja mengudang Dr Ir Delianis Pringgenies MSc untuk ‘menularkan’ teknologi membuat chitosan (bahan anti bakteri dari cangkang rajungan), dan pelbagai produk dari tanaman mangrove kepada masyarakat Desa Tukak Sadai.

“Selain di sini memang banyak bahan bakunya, seperti cangkang rajungan dan mangrove, Desa Tukak ini pun telah ditetapkan oleh Pemda Bangka Selatan sebagai desa daur ulang. Spesifikasi desa ini adalah membuat produk, termasuk mendaur ulang semua limbah yang ada di sini,” ujar Otto menambahkan desa ini sedang mengembangkan destinasi hutan mangrove (Eddy Jajang J Atmaja, Aris Dwi Setiadji).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *