Mahasiswa KKN UBB Bangun Tugu “Eye Catching” di Desa Terujung Belitung

  • Whatsapp

Buat Gamelan

TANJUNG KELUMPANG (UBB) — Desa Tanjung Kelumpang, desa terujung di timur Pulau Belitung sepekan ini kian ‘cihui’. Pasalnya, desa yang terletak di tepi pantai itu telah berdiri tugu KKN UBB Angkatan XI dengan tinggi 1,7 meter dan lebar 1,5 meter.

Muat Lebih

Tugu ini menarik mata (eye catching) pengunjung yang kali pertama datang ke Desa Tanjung Kelumpang. Sebab, selain tepat berada di pintu masuk desa, tugu dicat lima warna (kuning, merah, hijau, ungu dan orange) mencerminkan warna lima fakultas di UBB.

‘Daya pikat’ tugu ini sukses menyetop dua kendaraan yang ditumpangi Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi dan Warek II Prof Dr Ir Agus Hartoko MSc serta rombongan, Kamis (18/08/2016) pagi. Semula, sesuai rencana, rombongan akan menuju ‘base camp’ KKN UBB yang terletak di samping kantor Kades Tanjung Kelumpang, tapi terhenti oleh tugu ‘eye catching’ tersebut.

Muhammad Fajar Pebriansyah (21), salah seorang dari 39 mahasiswa/i KKN UBB Simpang Pesak, yang ditemui tengah mencat tugu, menjelaskan ide, konsep dan pengerjaan tugu itu seluruhnya berasal dari mahasiswa KKN UBB. Ini berawal dari kepekaan mahasiswa untuk memberikan sesuatu yang bermakna bagi Kecamatan Simpang Pesak.

“Ini semua ide murni kami. Semula, memang kehadiran tugu ini sebatas petanda batas desa saja. Tapi menyadari Tanjung Kelumpang sebagai salah satu sentra produksi rajungan, ikan, sotong dan hasil laut lainnya di Belitung Timur, serta salah satu destinasi wisata, kami sepakat mepaterikan semua itu di tugu ini,” ujar Fajar.

Tugu dibangun di samping jalan Tanjung Kelumpang, terdapat gambar kepiting ukuran besar dan cumi-cumi. Memasuki lokasi tugu, pengunjung harus naik tangga yang terbuat dari semen. Di bagian belakang tugu terselarai 39 nama peserta KKN UBB Angkatan XI di desa itu.

“Tugu ini kami kerjakan bersama enam mahasiswa secara berganti-gantian. Lokasi di sekitar tugu sebelum ini semak belukar. Setelah kita bersihkan, sosok tugu baru tampak mencolok,” ulas Fajar di samping tugu yang mereka beri semboyan “Bersama Kita Bisa”.

Tahun ini, di Belitung Timur (Beltim), UBB menerjunkan 79 mahasiswa/i-nya mengikuti KKN Tematik dan Revolusi Mental selama satu bulan. Rinciannya: 39 mahasiswa/i di Kecamatan Simpang Pesak (berjarak 80 km dari Tanjungpandan dan 60 km dari Manggar) dan 40 lainnya di Desa Baru, Kecamatan Manggar.

Dosen Pembina Lapangan (DPL) KKN UBB Angkatan XI Kecamatan Simpang Pesak, Irma Akhiranti, Sabtu (20/08/2016) menjelaskan Kecamatan Simpang Pesak terdiri dari empat desa. Yaitu Desa Dukung, Simpang Pesak, Tanjung Batu Itam dan Tanjung Kelumpang.

“Perihal tugu yang dibangun di Desa Tanjung Kelumpang itu, seluruhnya didesain oleh mahasiswa Teknik Sipil UBB, antara lain Adiatma dan Muhammad Fajar. Biaya pembangunannya berasal dari dana KKN Tematik,” ujar Irma.

Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi dan Wakil Rektor II Prof Dr Ir Agus Hartoko MSc memuji karya dan kerja keras serta kegotong-royongan mahasiswa/i KKN UBB Simpang Pesak sehingga terbangun tugu di pintu masuk Desa Tanjung Kelumpang Kecamatan Simpang Pesak.

“Berikan yang terbaik kepada semua warga dan pemerintahan di lokasi KKN. Pembuatan tugu ini adalah satu dari sejumlah kegiatan mahasiswa/i KKN UBB. Dan, itu semua merupakan bagian dari bukti nyata dan komitmen UBB membangun Bangka Belitung,” ujar Muh Yusuf.

Rektor minta kepada mahasiswa/i KKN untuk menyampaikan kepada warga setempat agar dapat merawat tugu “Bersama Kita Bisa” itu. Sebab seluruh peserta KKN akan kembali ke Kampus UBB pada tanggal 24 Agustus.

“Meski mahasiswa/i KKN telah kembali ke kampus, tapi tugu ini akan selalu dikenang. Tugu ini pun menjadi penanda bahwa UBB dan mahasiswanya, sudah pernah tinggal di sini dan bersama-sama warga membangun desa ini,” ujar Muh Yusuf.

Kades Tanjung Kelumpang Chandra Kesuma ketika menerima rektor dan rombongan di kantor desa, Kamis (18/08/2016), mengucapkan terimakasih atas semua kerja dan karya mahasiswa UBB yang selama satu bulan berada di Desa Tanjung Kelumpang.

“Banyak sudah karya dan kerja-kerja mahasiswa/i KKN yang telah membuka wawasan warga masyarakat di sini. Termasuk mendukung apa yang sudah kami programkan di desa ini,” ucap Chandra Kesuma.
Menurut Chandra, Desa Kelumpang terdiri dari lima dusun, empat dusun berada di daratan dan satu dusun berada di Pulau Batun. Sebagian besar penduduk di sini bermata pencaharian sebagai nelayan dan pekerja perkebunan sawit.

Tanjung Kelumpang, kata Chandra, adalah desa terujung di timur Pulau Belitung. Dari sini hasil laut seperti kepiting, bawal, cumi-cumi, kepiting bakau dan kakap merah, di bawa dan dijual ke Kota Manggar dan Jakarta.

“Hasil laut dari sini tergolong besar. Kepiting umpamanya bertebaran di laut bebas, ditangkap warga menggunakan bubu kepiting, jaring pukat dan keramba seruk,” ujar Chandra.

Sebagian warganya pun kini ramai-ramai ‘turun’ ke laut, menyusul sulitnya memperoleh timah di era pasca timah saat ini.

“Mereka secara patungan membeli mesin ‘boat’ dan berprofesi sebagai nelayan,” ulas Chandra.

Melihat kekayaan hasil laut yang begitu besar itu, menurut DPL KKN UBB Angkatan XI Simpang Pesak, Irma Akhiranti, mahasiswa/i KKN menggelar sejumlah pelatihan untuk meningkatkan keterampilan nelayan dan isteri-isteri nelayan dalam mengolah hasil laut.

“Hari Sabtu (20/08/2016) ini misalnya kita gelar dua pelatihan. Pagi hingga siang hari yaitu pelatihan membuat naget dan sosis dari ikan. Siang harinya, pemanfaatan limbah kepiting di Desa Dukong,” terang Irma.

Bahkan di akhir waktu KKN yakni hari Senin (22/08/2016), mahasiswa KKN UBB masih menggelar pelatihan mengolah tanaman bakau di Desa Dukong.

“Kehadiran mahasiswa/i KKN di Kecamatan Simpang Pesak mendapat dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintahan desa. Kesan mereka sangat baik. Malah warga Desa Dukong minta kepada UBB agar KKN selanjutnya dilaksanakan di desa mereka,” ujar Irma (Eddy Jajang Jaya Atmaja)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *