Selasa , 25 September 2018
Breaking News
Home » EKONOMI BISNIS DAN KEUANGAN » Swisindo Buat Perbankan Muntok Resah

Swisindo Buat Perbankan Muntok Resah

KABARBANGKA.COM — Ternyata keberadaan UN Swissindo yang sudah dinyatakan illegal secara nasional oleh Pemerintah RI melalui OJK dan BI, namun pergerakan UN Swissindo di Kabupaten Bangka Barat (Babar) tetap membuat resah Perbankan setempat.

Keberadaan UN Swissindo di Babar ini dikhawatirkan akan merusak sistem Perbankan yang berakibat fatal bagi perputaran uang, khususnya pengembalian kredit nasabah dan melemahkan perekonomian di Babar.

Keresahan perbankan ini setidaknya dirasakan langsung BRI Cabang Muntok, yang disampaikan langsung oleh Alot Hartono, selaku Kacab BRI Muntok, ketika ditemui dikantornya Rabu (22/03/2017) kemarin.

Alot sangat khawatir dengan adanya aktivitas UN Swissindo, yang mengiming – imingi akan melunasi hutang para pengikutnya, khususnya nasabah BRI.

“Akibat adanya Swissindo ini, ada beberapa nasabah kami awalnya enggan untuk membayar, karena mereka yakin kewajiban mereka pada BRI akan dilunasi oleh Swissindo” jelasnya Rabu (22/03/2017) siang.

Menurutnya, masyarakat yang tidak melaksanakan kewajiban mereka untuk membayar pinjaman, jelas berimbas pada pihak Bank yang akan rugi.

“Sekarang kami lebih selektif dalam memberikan pinjaman, terutama untuk daerah tertentu, karena banyak warga disana yang terindikasi ikut Swissindo ini, takutnya ini juga akan berpengaruh pada perkembangan dunia usaha kecil di Bangka Barat,” bebernya.

Diakuinya, memang ada beberapa nasabah yang terpengaruh dengan janji UN Swissindo, namun akhirnya setelah dilakukan pendekatan, nasabah kembali menunaikan kewajibannya.

Berbeda dengan Cabang BRI yang masih mau menceritakan kekhawatirannya terhadap aktivitas UN Swissindo, Bank Sumsel Babel Cabang Muntok justru sangat antipati terhadap keberadaan UN Swissindo. Saat KABARBANGKA.COM mencoba mengkonfirmasi keberadaan Swissindo yang meresahkan, seperti sudah sangat alergi, pihak Bank Sumsel langsung tidak ingin berkomentar panjang lebar.

” kan sudah dinyatakan illegal, mas,” demikian ungkap salah satu petinggi Bank Sumsel Cabang Muntok belum lama ini.

Sementara itu, Koordinator Relawan UN Swissindo di Bangka Barat, Lukman, ditemui di kediamannya dua hari lalu menguraikan, meski pejabat berwenang di pemerintahan dan perbankan telah Swissindo dan seluruh aktivitasnya tidak benar, pihaknya akan tetap merekrut anggota.

“Tetapi kalau Swissindo ini benar, pihak pemerintah harus berani mempublikasikan dan merealisasikan program-program Swissindo ini. Pihak perbankan dan perusahaan pembiayaan yang ada harus membebaskan hutang rakyat Indonesia, yang melakukan akad kredit sebelum 4 Februari 2016, dengan nominal Rp 2 milyar tanpa syarat apapun,” katanya.

Lukman bahkan menantang pihak terkait untuk duduk satu meja, dan membawa bukti jika UN Swissindo ini memang salah. Lukman juga mengaku ada salah satu anggotanya yang juga nasabah Bank daerah dengan nilai kredit Rp 2,1 M. (Nop)

8 comments

  1. Mungkin ini adalah lembaga yang dinanti oleh masyarakat

  2. Menarik ni.. Harusnya pemerintah segera menanggapi entah bener ato enggak, kl bener segera umumkan. Kl salah juga bikin statement. Jgn diem aja.

  3. Kemana nak ngaju pembebasan otang nii ? Utang dirik lah nyebik.. Nak ngaju jugak woo… Sape dak neg utang dilunas

  4. Tanya pejabat yang berwenang, atau aparat penegak hukum terdekat!

  5. Saya sangat mengenali pribadi Sugiharto Notonegoro. Ya cuma bisa senyum…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*