Jumat , 19 Oktober 2018
Breaking News
Home » HEADLINE » BIAYA TOKEN TERASA MAHAL? INI PENJELASAN PLN

BIAYA TOKEN TERASA MAHAL? INI PENJELASAN PLN

KABARBANGKA.COM — Jika Anda adalah salah satu pelanggan PLN yang sudah migrasi ke listrik pra bayar, atau menggunakan pulsa. Keluhan atau pertanyaan sebagai berikut pasti sering berdengung di benak kepala. Sebenarnya lebih untung mana menggunakan listrik prabayar atau pascabayar?

Salah satu pemakai listrik prabayar Hermansyah, warga Pangkalpinang menyebutkan bahwa dirinya lebih suka menggunakan listrik prabayar karena bisa memantau pemakaian listrik tiap bulan.

“Cuma agak susah kalau habis pulsa pas tengah malam. Kan dijualnya biasa bareng pulsa Hape, jadi biasanya sudah tutup kalo tengah malam, “ujarnya, Senin siang, 08/05/2017.

Masih menurut Hermansyah, dirinya juga kadang dibuat bingung perihal jumlah pulsa yang kadang tidak sesuai dengan nominal yang ia beli di counter dekat rumahnya.

“Kadang ku bingung pak, beli 53 ribu tapi terisi 48 ribu. Atau beli 100 ribu dapat 90 ribu-an,” katanya.

Lalu bagaimana penjelasan PLN Kantor Wilayah Bangka Belitung terkait adanya keluhan serta pertanyaan dari masyarakat, perihal tarif listrik pra bayar? Berikut petikan wawancara via pesan instant WhatsAps dengan Deputi Manajer Humas dan Hukum PLN Wilayah Bangka Belitung, Agus Yuswanta, Senin (08/05/2017) petang.

“Selamat sore mas, untuk tarif pra bayar itu sendiri kemungkinan ada salah persepsi antara Rupiah dengan KWh. Karena beli pulsa Rp 50.000 tapi dapatnya hanya Rp 48.000, sebenarnya Rp 48.000 itu dalam bentuk jumlah listrik yang didapatkan, yakni 48 Kilo Watt hour (KWh),” ungkap Agus Yuswanta.

Masih menurut Agus Yuswanta, dalam listrik prabayar yang tertera di kWh meter adalah angka kWh, bukan nominal rupiah. Jadi memang ada kekeliruan persepsi yang beredar di masyarakat terkait pemahaman akan token listrik.

“Jadi begini, misalnya, beli token 100 ribu daya 900 VA non subsidi per kwh Rp. 1352, perhitungannya (100 ribu-ppj) / 1352 = token yang ada di KWh. Pajak Penerangan Jalan (PPJ) sini masing-masing daerah berbeda-beda, untuk Pangkalpinang PPJ-nya 10% dari tagihan listrik. Misal beli token pulsa 100 ribu = 100 ribu-10 ribu (ppj 10%) = 90.000. Nah 90 ribu dibagi 1352/kwh didapatlah 66, 6 kWh. Jadi 66,6 adalah kWh bukan rupiah,” jelas Agus Yuswanta.

Kemudian ditambahkan untuk penggunaan listrik prabayar itu sendiri sebenarnya menguntungkan pelanggan karena dengan menggunakan layanan tersebut pelanggan dapat mengatur pemakaian listrik dan dapat mematok anggaran biaya listrik bulanan.

“Pelanggan juga terlepas dari masalah kesalahan catat penggunaan listrik serta terbebas dari sanksi pemutusan telat bayar listrik. Secara otomatis layanan ini juga mengatasi keluhan pelanggan tentang pembacaan meter oleh petugas PLN yang tidak akurat,” tutup Agus Yuswanta. (LH)

One comment

  1. Alaaaaah mending pake listrik yang bukan token..
    Pake token mahalnya kebangetan 100.000 gak sampe sebulan sama sekali, lg pake yang bayar bulanan mah gak nyampe tuh sebulan 100.000

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*