Rabu , 23 Mei 2018
Breaking News
Home » HEADLINE » MEMAHAMI ATURAN JURNALISTIK, SEBAGAI UPAYA MENANGKAL HOAX DAN PLAGIAT

MEMAHAMI ATURAN JURNALISTIK, SEBAGAI UPAYA MENANGKAL HOAX DAN PLAGIAT

Ditulis oleh:
ROMLAN
PIMPINAN REDAKSI KABARBANGKA.COM

SATU PELURU HANYA BISA MENEMBUS SATU KEPALA! TAPI SATU TULISAN BISA MENEMBUS JUTAAN KEPALA

Menurut aturan yang berlaku, Perusahaan Media / Pers wajib terdaftar di Dewan Pers atau konstituennya, untuk selanjutnya dilakukan proses Verifikasi Administrasi dan Verifikasi faktual. Syarat untuk mengikuti proses verifikasi administrasi adalah:

  1. Perusahaan Media / Pers wajib berbadan hukum Indonesia yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT). Pada Pasal 3 Akta Notaris, dijelaskan maksud dan tujuan mendirikan perusahaan tersebut sebagai Perusahan Media / Pers;
  2. Terdaftar di Kementerian Hukum Dan Ham (dibuktikan dengan Surat Keputusan Menteri Hukum Dan Ham);
  3. Memiliki dan mengumumkan susunan pengurus dan penanggungjawab / pengelola media;
  4. Khsusus untuk media siber (online) menampilkan Pedoman Media Siber di website media masing-masing;
  5. Mengisi formulir pendaftaran sesuai dengan data dan persyaratan yang sudah ditentukan;

Ditingkat lokal, Perusahaan Pers wajib memasang Plang Nama Kantor, melaporkan domisili kepada Pemerintah Desa, Kelurahan, dan Kecamatan setempat. Selain itu, perusahaan media / pers juga wajib memilik NPWP dan membayar pajak.

Wartawan atau jurnalis atau pewarta, adalah seseorang yang melakukan kegiatan jurnalistik atau orang yang secara teratur menuliskan berita (berupa laporan) dan tulisannya dikirimkan /dimuat di media massa secara teratur. Laporan ini lalu dapat dipublikasi dalam media massa, seperti koran, televisi, radio, majalah, film dokumentasi, dan internet. Wartawan mencari sumber mereka untuk ditulis dalam laporannya, dan mereka diharapkan untuk menulis laporan yang paling objektif dan tidak memiliki pandangan dari sudut tertentu untuk melayani masyarakat.

Berita adalah informasi mengenai sesuatu yang sedang terjadi. Berita dapat disajikan dalam bentuk media cetak, internet, siaran, atau dari mulut ke mulut. Wartawan memiliki tugas penting dalam mencari serta mengumpulkan laporan berita. saat berita dilaporkan oleh wartawan, laporan tersebut menjadi fakta / ide terkini yang dipilih secara sengaja oleh redaksi pemberitaan / media, untuk disiarkan dengan anggapan bahwa berita yang terpilih dapat menarik khalayak banyak karena mengandung unsur-unsur berita. Kebutuhan berita sangat penting bagi masyarakat sebagai penambah wawasan.

Berita juga merupakan bentuk laporan tentang suatu kejadian yang sedang terjadi baru-baru ini atau keterangan terbaru dari suatu peristiwa. Dengan kata lain, berita adalah fakta menarik atau sesuatu hal yang penting yang disampaikan pada masyarakat orang banyak melalui media. Tapi tidak semua fakta bisa diangkat menjadi suatu berita oleh media, karena setiap fakta akan dipilih mana yang pantas untuk disampaikan pada masyarakat.

Belakangan ini Indonesia , berita Hoax dan Plagiat sedang ramai diperbincangkan karena dampaknya yang begitu besar . Lalu apa itu Hoax?

Hoax dalam bahasa Inggris artinya tipuan, menipu. berita bohong ,berita palsu atau kabar burung. Dapat dikatakan Hoax adalah kata yang berarti ketidak benaran suatu informasi. Hoax bukan singkatan tetapi satu kata dalam bahasa inggris yang punya arti sendiri. Sedangkan definisi Hoax menurut para ahli adalah : “Sebuah pemberitaan palsu sebagai usaha untuk menipu atau mengakali pembaca/pendengarnya untuk mempercayai sesuatu, padahal sang pencipta berita palsu tersebut tahu bahwa berita tersebut palsu”.

Hoax adalah sebuah kebohongan atau informasi sesat yang sengaja disamarkan agar terlihat benar. Sedangkan Berita Hoax adalah sebuah publikasi yang terlihat seperti berita faktual, namun ternyata berisi kebohongan dan fitnah .

Biasanya Berita Hoax sengaja dibuat untuk menyebarkan propaganda atau pesan kebencian atas seseorang atau instansi tertentu. Masyarakat di Indonesia anehnya sangat mudah tertipu oleh berita hoax seperti ini. Memang sudah dari dulu masyarakat Indonesia sangat mudah terpengaruhi, bahkan terprovokasi oleh kabar yang belum diketahui kebenarannya.

Sementara plagiat adalah, prilaku mengambil, mengutif atau menyalin hasil karya pihak lain, dan mengklaim sebagai karya miliknya. Belakangan, prilaku menulis berita plagiat ini lazim disebut berita Copas alias hasil Copy Paste!

Agar tidak membuat berita Hoax, seorang wartawan atau jurnalis wajib memahami isi Undang-Undang RI Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Pedoman Media Siber (bagi media online). Menurut penelitian para ahli, salah satu cara menangkal berita Hoax adalah, berita yang disajikan harus memenuhi unsur kaidah jurnalistik, yaitu menyajikan berita secara faktual, objektif, dan berimbang. Jika memahami rumus atau metodenya, menulis berita tidaklah sulit. Syarat sah berita itu, yaitu:

  1. Ada informasi awal
  2. Ada konfirmasi lanjutan
  3. Ada bukti dokumentasi (foto / video / rekaman, dll)
  4. Menganalisa informasi dan data yang diperoleh
  5. Menulis dan menyunting berita
  6. Publikasi
  7. Ralat dan koreksi

Dengan memahami dan mematuhi aturan dibidang jurnalistik, diharapkan semua wartawan dapat lebih profesional dan berkualitas ketika melaksanakan kegiatan jurnalistik dilapangan. (*)

 

Sungailiat, 19 Agustus 2017

One comment

  1. Ralat Min, mungkin yang dimaksud UU RI No. 40 th 1999 Tentang Tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Pedoman Media Siber (bagi media online). Kalau UU RI No 40 th 199…???? %*%*%*%*/*/*/%%%%, %

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*