Selasa , 24 Juli 2018
Breaking News
Home » HEADLINE » Camat Dan Kades Ngaku Tidak Tahu Ada Proyek Irigasi

Camat Dan Kades Ngaku Tidak Tahu Ada Proyek Irigasi

KABARBANGKA.COM — Proyek Peningkatan Jaringan D.R Dungun Raya milik Satmikal Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Satuan Kerja (Satker) SNVT PJPA Sumatera VIII Provinsi Bangka Belitung (Babel) Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan (Basel), hingga saat ini belum diketahui oleh PJ Kades Batu Petumpang dan Camat Pulau Besar.

Hal ini terungkap ketika sejumlah wartawan melakukan kunjungan ke Kantor Kecamatan Pulau, Besar Bangka Selatan, Senin (08/01/2017).

Camat Pulau Besar, Sumindar mengakui kalau pekerjaan proyek peningkatan irigasi di Dungun Raya tahun 2017 dengan dana milyaran belum ada laporannya.

“Terus terang, kalau proyek besar seperti yang kalian tanyakan dengan pagu dana hingga 4 milyar lebih, itu tidak ada. Saya belum ada dikasih laporan oleh Kades Batu Petumpang maupun oleh Ketua Gapoktan Dungun Raya. Tapi kalau pekerjaan proyek plat duiker dengan pagu dana 750 juta rupiah itu ada dilaporkan oleh PJ Kades Batu Petumpang, dan Ketua Gapoktan Dungun Raya,” ungkap Sumindar di ruang kerjanya, Senin (08/01/2018).

Hal senada juga dikatakan PJ Kades Batu Petumpang, terkait proyek pekerjaan peningkatan irigasi di Dungun Raya dengan pagu dana mencapai 4 milyar lebih.

“Sepengetahuan saya tidak ada proyek besar seperti itu di Dungun Raya. Soalnya Ketua Gapoktan Dungun Raya tidak pernah melaporkan terkait kegiatan itu. Yang ada cuma proyek plat duiker dengan pagu dana 750 juta rupiah, dengan sistem swakelola, dikoordinir oleh Ketua Gapoktan Abdul Roni,” kata PJ Kades Batu Petumpang di hari yang sama di Kantor Kecamatan Pulau Besar .

Rasa penasaran pun menyelimuti sejumlah wartawan, akhirnya diputuskan untuk turun ke lokasi yakni ke Dungun Raya. Dengan jarak yang cukup melelahkan, akhirnya sampai juga ke lokasi percetakan sawah Dungun Raya. Terlihat sekitar 5 unit plat deuker di pinggir Jalan Usaha Tani (JUT), namun hanya 1 unit yang terlihat masih baru selesai dikerjakan, dan itu pun kondisinya sudah banyak tambalan acian guna menutupi dinding plat deuker yang sudah retak. Sedangkan 4 unit lainnya terlihat sudah usang bahkan sudah banyak yang retak dan terendam air. Demikian juga bangunan saluran air terlihat sudah terendam terkesan pekerjaannya asal asalan. Miris..

Salah satu warga yang ditemui di lokasi menunjukan kepada wartawan, pekerjaan plat deuker yang baru selesai.

“Ini jembatan yang baru selesai dibangun. Lihat saja kondisinya. Ini agak lumayan dibanding dengan jembatan dekat sawah saya. Jembatan di sana sudah banyak yang retak. Ambil pasir dari sawah saya, akhirnya sawah saya terendam dan berbentuk kolong, habis pasirnya di ambil untuk bangun jembatan,” ungkap warga itu kesal.

Sementara itu, PPK Irigasi dan Rawa SNVT PJPA Sumatera VIII Provinsi Bangka Belitung, Rudi Susilo melalui Kasi Bagian Irigasi Dan Rawa, Deni mengatakan, kalau pekerjaan proyek peningkatan Irigasi di Dungun Raya itu terdiri dari beberapa item pekerjaan.

“Proyek yang menelan dana hingga 4 milyar lebih itu pekerjaannya ada beberapa item, antara lain, 4 unit pekerjaan plat deuker, pintu air dan jalan usaha tani,” kata Deni di ruang kerjanya, Rabu (10/1/2018).

Dikatakan Deni, proyek pekerjaan peningkatan Irigasi di Dungun Raya itu sudah di sosialisasikan ke perangkat desa.

“Kita sudah sosialisasikan pekerjaan proyek peningkatan irigasi itu. Ini ada fotonya sewaktu kita sosialisasi di kantor BPD Batu Petumpang dan ini surat pemberitahuan ke Pak Camat terkait pembangunan proyek peningkatan irigasi tersebut,” pungkas Deni.

Seperti diketahui sesuai data lelang pekerjaan, Proyek Peningkatan Jaringan D.R Dungun Raya milik Satmikal Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Satuan Kerja (Satker) SNVT PJPA Sumatera VIII Provinsi Bangka Belitung (Babel) Kecamatan Pulau Besar Kabupaten Bangka Selatan (Basel) menggunakan sumber dana APBN tahun anggaran 2017 dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp 5.449.820.000 yang diikuti oleh 14 peserta lelang dan di menangkan oleh PT. Promix Prima Karya dengan nilai penawaran sebesar Rp 4.393.340.000 dengan waktu pelaksanaan pekerjaan selama 180 hari kalender. (Rml)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*