Rabu , 23 Mei 2018
Breaking News
Home » HEADLINE » Joko Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara

Joko Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara

KABARBANGKA.COM — Joko Desiar (34) kolektor timah asal Desa Gadung, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel), kembali menjalani sidang perkara kasus ilegal mining di Pengadilan Negeri Sungailiat, Kamis (04/01/2018) siang.

Sidang yang dipimpin Hakim Ketua Sarah Louis Simanjuntak, dengan Hakim Anggota Jonson Parancis dan Narendra, sudah memasuki agenda pemeriksaan saksi – saksi.

Dua saksi yang dihadirkan oleh JPU dari kejati Babel, Ahmad Risol yang diwakili JPUP dari Kejari Basel, Kurniawan adalah atas nama Ahmad dan Fahmi. Keduanya merupakan penambang ilegal warga Toboali.

“Saudara saksi, dalam memberi keterangan jangan bohong. Saudara disini disumpah, dan saudara ingat keterangan saudara bisa berpengaruh terhadap nasib terdakwa. Terdakwa ini ancamannya berat hingga 9 tahun penjara. Coba saja saudara bayangkan hidup dalam penjara selama 9 tahun. Mau seperti itu? Makanya jujur jangan bohong,” kesal Ketua Majelis Sarah L. Simanjuntak, terhadap saksi lantaran kedua saksi seringkali memberikan keterangan yang tidak logis.

Sementara terdakwa Joko Desiar yang duduk di samping pengacaranya, Sumin alias Aming, hanya menganggukan kepalanya saat ketua majelis menanyakan kepadanya terkait kedua saksi tersebut.

“Saudara terdakwa setuju dengan keterangan kedua saksi ini,” tanya hakim Sarah.

Sidangpun ditutup dan akan dilanjutkan Senin pekan depan, dengan agenda mendengarkan keterangan ahli.

Dipersidangan sebelumnya, terdakwa Joko Desiar dijerat dengan Pasal 161 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009, tentang Minerba dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara dan denda 10 milyar rupiah.
Dia dituding membeli dan menampung pasir timah dari hasil penambangan ilegal.

Sedangkan barang bukti yang dijadikan barang bukti perkara, sekitar 3 ton pasir timah, disita sementara dan terdakwa Joko Desiar sendiri telah ditahan sejak proses penyidikan di kepolisian berlanjut di kejàksaan hingga saat ini.

Kuasa Hukumnya, Sumin SH alias Aming kepada wartawan mengaku telah menyiapkan berbagai strategi pembelaan.

“Upaya kita terhadap klien tentunya akan melakukan pembelaan hukum. Yang jelas dalam waktu dekat ini, kita akan ajukan pengalihan status penahanan klien kita ke majelis hakim, dari status Tahanan Rutan menjadi Tahanan Kota atau Tahanan Rumah,” kata Aming. (Rml)

2 comments

  1. agik buaanyak kolektor yg dak de izin , bahkan puluhan ton ! tapi dak sikok aben ngretak e !!! tapi sesuailah , sebab KOORDINASI e g besaklah !!! eheheh !!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*