Rabu , 26 September 2018
Breaking News
Home » HEADLINE » Satu Lagi, Proyek Jembatan Yang Diduga Asal Jadi

Satu Lagi, Proyek Jembatan Yang Diduga Asal Jadi

KABARBANGKA.COM — Pembangunan Jembatan Ulim yang menghubungkan antara Kecamatan Toboali dengan Kecamatan Pulau Besar baru dibangun, dan hingga saat ini pengerjaannya belum selesai. Namun bagian sayap atau oprit jembatan yang menelan dana hampir 11 miliar itu sudah ambles.

Proyek jembatan Ulim tersebut didanai APBD Kabupaten Basel Tahun Angaran 2017 sebesar Rp.10.884 milyar. Pekerjaan itu dilaksanakan oleh PT. KARUNIAGUNA INTISEMESTA selama 150 hari kalender, yaitu sejak 24 Juli 2017 dan berakhir 30 Desember 2017.

Dalam pantauan sejumlah wartawan, Senin (8/1/2018) siang, amblesnya oprit di bagian Timur dan Barat jembatan itu telah mengakibatkan terjadinya penurunan badan jalan di sisi jembatan, bahkan beberapa besi penahan sayap jembatan juga terlihat bengkok.

Amblesnya timbunan tanah pada sayap (oprit) jembatan itu ditengarai akibat kurangnya pengawasan dari pihak Dinas PUPR Kabupaten Bangka Selatan, sehingga kualitas pekerjaan jembatan itu kurang baik.

“Sayang pak, proyek yang menelan dana sebesar itu, tapi kwalitasnya sangat meragukan. Lihat saja sekarang, belum juga dilalui kendaraan besar dan bertonase tinggi tanah, timbunan pada sayap jembatan sudah ambles. Ngeri ya,” ungkap warga setempat, Senin (08/01/2018).

Dikonfirmasi terpisah, Camat Pulau Besar, Sunandar, mengaku belum dapat info tentang oprit jembatan itu ambles.

“Belum dapat info. Terima kasih, karena dari wartawan lah kita dapat info terkait kondisi jembatan itu. Hari ini juga saya akan perintahkan staf saya untuk mengecek kebenarannya, apabila benar kondisinya seperti laporan kawan – kawan wartawan ini, maka saya akan sampaikan ke Pak Bupati, sehingga pengawasannya diperketat dari dinas terkait dan hasilnya sesuai harapan masyarakat Pulau Besar,” kata Sunandar diruang kerjanya.

Selaku kepala pemerintahan di lingkup Kecamatan, Sunandar berharap semua infrastruktur yang dibangun diwilayahnya, hendaknya dilaksanakan sesuai prosedur dan aturan yang telah ditentukan, demi tercapainya harapan masyarakat.

“Ya, saya selaku kepala pemerintahan di lingkup Kecamatan Pulau Besar ini, sangat berharap semua proyek pembangunan infrastruktur dilaksanakan sebaik – baiknya sesuai prosedur dan ketentuannya, guna tercapainya harapan masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bangka Selatan, Ansori, berdalih kalau amblesnya timbunan tanah pada sayap jembatan tersebut bukan karena dikerjakan asal – asalan.

“Pekerjaan proyek tersebut sudah sesuai prosedurnya (Bestek) pekerjaan. Saat ini kan masih dalam pelaksanaan jadi akan diperbaiki secepatnya,” kata Ansori via telepon, Senin (08/01/2018).

Disinggung soal keterlambatan penyelesaian pekerjaan, Ansori katakan pihak kontraktor diberi perpanjangan waktu pekerjaan.

“Kita berikan perpanjangan waktu pekerjaan hingga selesai, sesuai Perpres 70 tahun 2012. Denda 1/100 kali total pagu dana perhari juga kita terapkan. Kalau menurut konptraknya harusnya selesai 30 Desember 2017,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT. KARUNIAGUNA INTISEMESTA selaku kontraktor pelaksana, masih diupayakan konfirmasinya. (Rml)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*