Jumat , 14 Desember 2018
Breaking News
Home » HEADLINE » ADA GRUP GAY BANGKA BELITUNG DI FACEBOOK

ADA GRUP GAY BANGKA BELITUNG DI FACEBOOK

 

Oleh : ROMLAN
Pimpinan Redaksi KABARBANGKA.COM

Tidak hanya terjadi di kota – kota besar dan daerah lain di Indonesia, ternyata penyakit kelainan seksual, lebian, gay, bisksual, dan trans gender juga sudah ada di Bangka Belitung. Bahkan, prilaku seks menyimpang itu sudah menular sampai kepelosok pedesaan di Negeri Serumpun Sebalai ini.

Kelompok yang lazim disingkat LGBT itu sudah berani tampil secara terbuka, tanpa ada rasa malu atau segan dengan warga masyarakat lainnya, yang hidup sehat dan normal.

Bahkan di media sosial, sejak tahun 2014 kelompok ini sudah punya grup sendiri, dengan nama Grup Gay Bangka Belitung. Terpantau belum lama ini, ratusan orang sudah bergabung dalam grup atau kelompok Gay Bangka Belitung tersebut.

Penulis menelusuri aktivitas grup tersebut, ternyata isinya kaum Gay dari berbagai profesi. Mulai dari buruh bangunan, petani, pedagang, pegawai BUMN, pegawai Swasta, pengusaha, sampai remaja pelajar. Mereka tersebar di berbagai tempat, mulai dari kota sampai ke pelosok desa.

Ngeri kali melihat postingan dan komentar di Grup Gay Bangka Belitung itu. Mereka saling tukar kontak nomor HP, WA, dan Pin BBM. Secara terang – terangan mereka yang baru saja kenal, saling ajak untuk melakukan making love (ML). Bahkan, ada yang pasang tarif hingga Rp 500.000 untuk sekali Show Time. Waaaww! Ironis!

Dalam dunia gay, posisi diatas disebut Top (Toppy), dan yang dibawah disebut Bot (Botty). Ketika ML, si Top akan menyodomi si Bot. Pada praktek transaksinya, si Toppy akan membayar si Botty untuk dijadikan pemuas nafsunya.

Dalam grup Gay Bangka Belitung itu, pelaku Botty lebih banyak dari pada Toppy. Temuan itu mengindikasikan, pelacur di Babel bukan hanya kaum hawa, tapi juga kaum adam.

Ditengah masyarakat, orang lebih banyak mengenal kaum wanita yang menjual diri demi rupiah. Faktanya diatas menunjukkan, banyak juga kaum laki – laki yang menjajakan tubuhnya untuk di sodomi demi rupiah.

Jika kondisi itu terus dibiarkan, prilaku seks penyimpang itu akan tumbuh dan berkembang di masyarakat Bangka Belitung. Dan bukan tidak mungkin, teman dan keluarga dekat kita juga adalah bagian dari mereka (LGBT).

Apakah keberadan kelompok LGBT itu terus dibiarkan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*