Minggu , 21 Oktober 2018
Breaking News
Home » HEADLINE » Begini Penjelasan Dewan Pers, Tentang Perkembangan Verifikasi Perusahaan Pers

Begini Penjelasan Dewan Pers, Tentang Perkembangan Verifikasi Perusahaan Pers

JAKARTA — Dewan Pers akhirnya bersikap, atas beredarnya rilis yang menyebutkan 76 media yang sudah terverifikasi, akan diserahkan sertifikat pada acara Hari Pers Nasional (HPN) di Padang, Sumatera Barat, 10 Februari mendatang.

Dalam Siaran Pers resmi yang diterima redaksi kabarbangka.com, Dewan Pers secara tegas bahwa rilis tersebut palsu, dan berpotensi menimbulkan kegaduhan dikalangan media dan wartawan. Berikut ini Siaran Pers resmi dari Dewan Pers:

Siaran Pers

Penjelasan Dewan Pers Tentang Hoax, Dan Perkembangan Verifikasi Perusahaan Pers

1. Sejak tanggal 31 Januari 2018 telah beredar rilis tertanggal 3 Februari 2017 yang mengatas-namakan Dewan Pers yang menyebutkan bahwa Ketua Dewan Pers akan menyerahkan sertifikat kepada 76 media terverifikasi pada acara puncak Hari Pers Nasional di Kota Padang, Sumbar Rabu 10 Februari 2018. Rilis juga menyebutkan bahwa hanya media yang terverifikasi Dewan Pers yang boleh dilayani jika meliput, di luar media tersebut tidak boleh dilayani kalau meliput di lembaga pemerintah, termasuk TNI dan Polri. Rilis juga menyebutkan bahwa hasil verifikasi akan diserahkan kepada pemerintah untuk dibuatkan instruksi untuk pelaksanaan peliputan. Dewan Pers menyatakan bahwa rilis tersebut palsu, alias yang disebarkan adalah HOAX yang bertujuan menimbulkan kegaduhan di kalangan media dan wartawan.

2. Dewan Pers mengimbau kepada berbagai pihak agar tidak menjadikan berita bohong/hoax tersebut menjadi sumber kutipan dan/atau disebarkan menjelang Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari 2018. Kemungkinan hoax tersebut dibuat oleh pihak yang tidak setuju terhadap kebijakan verifikasi media/ Perusahaan Pers.

3. Program verifikasi Perusahaan Pers yang dilaksanakan Dewan Pers, sebagai amanat Pasal 15 ayat (2)g UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers yaitu mendata perusahaan pers, dengan melalui dua tahapan verifikasi, yakni verifikasi administrasi dan verifikasi faktual. Pendataan yang dilakukan Dewan Pers adalah meliputi sejumlah indikator antara lain untuk memastikan pelaksanaan komitmen mereka dalam menegakkan profesionalitas, kesejahteraan, dan perlindungan terhadap wartawan, yang bertujuan untuk mewujudkan kemerdekaan pers.

4. Dengan verifikasi Perusahaan Pers, diharapkan Perusahaan Pers yang sudah meratifikasi atau mengikatkan diri kepada ketententuan-ketentuan yang ada di Piagam Palembang dapat memenuhi komitmen menerapkan a) kode etik jurnalistik dan kaidah jurnalistik dalam memproduksi karya jurnalistiknya, b) perlindungan terhadap wartawannya, khususnya apabila wartawannya mengalami intimidasi dan kekerasan saat meliput, c) menyejahterakan wartawannya dan memenuhi hak-haknya sesuai peraturan perundang-undangan, d) mengikutsertakan wartawannya dalam uji kompetensi jurnalis, untuk mendapatkan sertifikat.

5. Hingga kini proses verifikasi media terus berjalan dan jumlah media yang diverifikasi terus bertambah, di mana datanya dapat dilihat di website Dewan Pers.

6. Perusahaan Pers yang profesional dengan sendirinya menjalankan dan menghasilkan jurnalisme professional, menjadi penegak pilar demokrasi yang menjunjung tinggi kemerdekaan pers. Untuk media yang baru dalam tahapan rintisan (start up) silakan terus terbit sampai siap untuk mendaftar dan diverifikasi Dewan Pers.

Jakarta, 1 Februari 2018

Wakil Ketua Bidang Verifikasi Media Dewan Pers, Hendri CH Bangun, membenarkan bahwa Siaran Pers yang beredar tersebut resmi dari Dewan Pers. Hendri CH Bangun juga mempersilahkan untuk mempublikasikan isi Siaran Pers tersebut.

“Betul. Silakan,” kata Hendri CH Bangun, Kamis (01/02/2018) malam.

Ia menambahkan, proses verifikasi media masih terus dilakukan sampai akhir 2018, oleh asosiasi Perusahaan Pers.

“Verifikasi sampai akhir 2018 akan terus dilakukan oleh asosiasi perusahaan media seperti SPS, ATVLI, PRSSNI, terhadap anggotanya dan Dewan Pers terhadap media online yang asosiasinya belum menjadi konstituen Dewan Pers,” terangnya.

Wakil Ketua Bidang Verifikasi Media Dewan Pers ini berharap, media proaktif untuk di verifikasi. Karena itu sebagai tanda sebagai Perusahaan Pers yang dikelola sesuai dengan Undang – Undang Pers, dan Peraturan Dewan Pers.

“Media diharap proaktif untuk diverifikasi, karena itu tanda sebagai perusahaan pers yang dikelola sesuai dengan UU Pers, dan Peraturan Dewan Pers, dan redaksi dikeloka oleh wartawan prosesional,” jelasnya.

Ditanya sudah adakah asosiasi atau organisasi media siber (online), yang secara resmi sudah menjadi konstituen dari Dewan Pers? Hendri CH Bangun baru Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang memasukkan berkas, dan saat ini masih dalam tahap verifikasi organisasi Perusahaan Pers.

“Asosiasi online yang telah memasukkan berkas baru SMSI, dan saat ini dalam tahap verifikasi organisasi perusahaan pers,” katanya. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*