Selasa , 24 April 2018
Breaking News
Home » ADVETORIAL » Erzaldi Kayuh Sepeda Sejauh 16 Kilometer

Erzaldi Kayuh Sepeda Sejauh 16 Kilometer

Gubernur Babel Natak Kampung ke Tanjung Tuing, Desa Mapur, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka

KABARBANGKA.COM — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Dr. H. Erzaldi Rosman Djohan, MM mengayuh sepeda sejauh 16 kilometer, untuk sampai di Pantai Tanjung Tuing Desa Mapur, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, Selasa (13/02/2018). Sebelumnya, Gubernur dengan Sholat Subuh berjemaah bersama rombongan di Masjid Mi’rajul Mukminin Dusun Air Nungket, Desa Mapur.

Bersama Kepala Dinas Kehutanan, Kepala Dinas Pariwisata, Sekretaris Dinas Kelautan Dan Perikanan Babel, Staf Khusus Gubernur Bidang Politik Dan Pemerintahan, beserta club bersepeda Babel, Gubernur Babel langsung mengayuh sepeda sejauh belasan kilometer, untuk melihat langsung potensi wisata yang ada di pelosok wilayah Kabupaten Bangka tersebut.

Di perjalanan Goes kali ini, Gubernur menyempatkan diri menyambangi nelayan Dusun Tuing yang sedang memilah ikan hasil tangkapannya di pinggir Pantai Tuing. Kepada Nelayan yang disambangi tersebut, Gubernur memberikan semangat agar tetap menjalankan profesi nelayan dengan tekun dan sabar. Erzaldi Rosman juga menanyakan apa yang menjadi harapan nelayan tersebut, terhadap kedatangan Gubernur Babel ini?

Mendengar sapaan ramah dari orang nomor satu di Babel ini, spontan sang nelayan pun menyampaikan agar jalan yang masih tanah kuning di Dusun Tuing hingga kearah pantai dermaga mini nelayan setempat bisa di aspal. Atas keinginan nelayan tersebut, Gubernur Erzaldi langsung merespon dan akan melanjutkannya kepada Bupati Bangka.

Setibanya di Tanjung Tuing, Gubernur besersama rombongan, memanfaatkan tumpukan pasir yang berbentuk gunung dilokasi setempat untuk foto bersama dengan latar belakang laut Tuing yang biru. Gubernur Erzaldi saat menjelaskan, Natak Kampung ini, adalah salah satu cara untuk bersilaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.

“Kegiatan ini untuk menyerap aspirasi masyarakat, sekaligus ingin melihat potensi- potensi yang dimiliki daerah Mapur,” ujar Erzaldi.

“Kita sebagai orang awam tentu tidak tahu bagaimana mengoptimalkan sumber daya alam yang kita miliki ini? Nah, untuk itu kedepan, bagaimana potensi bisa tergarap dengan maksimal untuk kesejahteraan masyarakat?” katanya.

Kepada masyarakat Desa Mapur, Gubernur tidak melarang untuk melakukan kegiatan penambangan. Namun Gubernur mengingatkan, agar masyarakat yang menambang dalam melakukan aktivitasnya tetap memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. (Red / Adv)

Sumber : Humas Pemprov Babel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*