Selasa , 14 Agustus 2018
Breaking News
Home » HEADLINE » Potensi Adanya Hoax Di Pilkada Serentak, Aswari Sebut Masyarakat Jangan Mau Di Adu Domba

Potensi Adanya Hoax Di Pilkada Serentak, Aswari Sebut Masyarakat Jangan Mau Di Adu Domba

JAKARTA — Kemunculan berita hoax jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018, ditanggapi oleh Bupati Lahat sekaligus Bakal Calon Gubernur Sumatera Selatan, Aswari Riva’i, berpotensi untuk mengadu domba antar kandidat.

Aswari berharap masyarakat dapat lebih cerdas dalam menanggapi beredarnya berita hoax nantinya. Salah satunya dapat dinilai melalui track record kandidat yang dapat menjadi penilaian masyarakat jika terjadi ketidaksesuaian informasi yang diterima.

Hal tersebut diungkapkannya dalam diskusi yang bertajuk “Pilkada Tanpa Hoax” di Gedung Sindo, Jakarta Pusat, Kamis (8/2/2018) pagi.

“Akibat berita hoax akhirnya kandidat yang memenangkan Pilkada ini yang bisa menyerang kandidat lain. Rekam jejak kandidat itu menjadi penting untuk menangani hal ini. Sebab rekam jejak bisa menjadikan seorang pemimpin berkualitas. Alhamdulillah Kak Wari sendiri sudah pernah menjabat Bupati Lahat selama dua periode,” ucap Aswari.

Kemudian pihaknya berharap masyarakat bisa lebih cerdas dalam menilai suatu pemberitaan sebelum pada akhirnya menilai kandidat yang akan dipilih. Lanjutnya, ketua DPD Gerindra Sumatera Selatan ini mengimbuhkan masyarakat untuk tidak menyebarluaskan berita hoax.

“Kak Wari berharap pemimpin-pemimpin baru yang lahir nanti bukan berasal dari berita yang tidak benar adanya. Sebaiknya hoax itu dibuang atau kita jangan buat itu menjadi viral dan tersebar lebih luas lagi,” lanjut pria kelahiran Lahat ini.

Serupa, Komisioner KPU, Pramono Ubaid Tanthowi, mengungkapkan dalam diskusi yang sama dengan Aswari, berita hoax termasuk kepada tindakan manipulatif yang dapat mencederai demokrasi. Sehingga pihaknya telah menggandeng Bawaslu, Kominfo, dan pihak terkaitnya untuk melakukan MoU dalam mengantisipasi berita hoax dalam pilkada.

“Tidak hanya KPU yang memerangi, Kominfo sudah menandatangi memorandum nota aksi bersama bagaimana menangani informasi hoax di media sosial. Penanganannya kita efektifkan,” ungkap Pramono.

Diketahui, pada Pilkada serentak ini akan digelar di 171 daerah meliputi 17 provinsi 39 kota dan 115 kabupaten di seluruh Indonesia. Angka tersebut lebih besar dari pilkada yang digelar sebelumnya. Satu diantaranya pemilihan kepala daerah (pilkada) Sumatera Selatan.

Di Pilkada Sumsel, Aswari merupakan bakal calon gubernur besutan partai Gerindra dan PKS, dengan pendampingnya M. Irwansyah. Keduanya pernah menjabat sebagai kepala daerah masing-masing sebagai Bupati Lahat dua periode dan Walikota Pangkalpinang. Pasangan dengan julukan Asri ini mendapatkan total perolehan 15 kursi di DPRD Provinsi Sumsel. (**)

 

Lukman Hakim
Aswari & Irwansyah Media Center

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*