Selasa , 24 April 2018
Breaking News
Home » ADVETORIAL » Gubernur Minta Dana Desa Jangan Banyak Silpa

Gubernur Minta Dana Desa Jangan Banyak Silpa

KABARBANGKA.COM — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman meminta agar Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) Dana Desa (DD) 2018, yang diberikan Pemerintah Pusat melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DPMDes) Babel kepada Desa, jangan lebih dari 2,5 persen.

“Kita berkeinginan pelaksanaan Dana Desa tahun 2018 ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Kita harus targetkan Silpa tahun 2018 jangan lebih dari 2,5 persen. Kalau masih ada sisa Dana Desa itu mubazir, karena uang itu kembali lagi ke pusat,” kata Gubernur saat memberikan arahan di Rapat FGD Percepatan Dana Desa Tahun 2018, sekaligus Penandatanganan Kesepakatan Gubernur, Bupati/Walikota se Babel terkait Upacaya Pengendalian Inflasi di Ruang Pasir Padi Lantai III Kantor Gubernur Babel, Selasa (20/3/2018).

Gubernur juga memaparkan total realisasi Dana Desa untuk Kabupaten di Babel. Kabupaten Bangka total Dana Desa 51,949 miliar rupiah, terealisasi 48, 161 miliar rupiah atau 93 persen. Kabupaten Belitung total Dana Desa 36, 381 miliar rupiah, terealisasi 29, 396 miliar rupiah atau 81 persen. Kabupaten Bangka Barat total Dana Desa 49, 106 miliar, terealisasi 46, 027 miliar rupiah atau 94 persen. Kabupaten Bangka Tengah total Dana Desa 46, 833 miliar rupiah, terealisasi 44,099 miliar rupiah atau 94,2 persen. Kabupaten Bangka Selatan total Dana Desa 42,336 miliar rupiah, terealisasi 39,078 miliar rupiah atau 92 persen. Kabupaten Belitung Timur total Dana Desa 43,134 miliar rupiah, terealisasi 31,134 miliar atau 91 persen.

Menurut Erzaldi, kalau serapan Dana Desa kurang bagus, maka tahun berikutnya Alokasi Dana Desa yang didapatkan dari Pemerintah Pusat akan lebih kecil, dibandingkan dari daerah lain.

“Agar serapan anggaran itu bagus, dibutuhkan kreativitas para Kepala Desa (Kades) dan apartur desa untuk membuat kegiatan yang bermanfaat. Kreativitas Kades dan aparatnya tidak mungkin dilakukan para kades tanpa dididik oleh Kepala BPMPDes dan Pendamping Desa. Jadi, kades-kades ini harus menyamakan persepsinya, visi dan misinya dengan visi misi Bupati,” ujarnya.

Gubernur Erzaldi mengingatkan, dalam pelaksanaan ADD tidak boleh di pihak ketigakan. Kecuali sifatnya teknis atau tak bisa dilaksanakan masyarakat secara mandiri. Disamping itu, biar visi dan misi kita sama, Pimpinan Daerah Bupati/Walikota harus bisa memprioritaskan kegiatan-kegiatan yang memang skala prioritas.

Di akhir arahannya, Gubernur Erzaldi juga mengingatkan Tenaga Ahli Pendamping Desa agar lebih meningkatkan kerjasama dengan aparatur desa.

“Tolong Tenaga Ahli Pendamping Desa ini, jangan terlalu arogan. Bagaimana pendamping ini masuk ke desa masyarakat desa seakan merasa tidak didampingi. Jangan merasa masyarakat desa di dikte,” tutup Gubernur.

Terpisah, Kepala DPMDes Babel, Yuliswan menyebutkan, serapan dana desa ini sampai bulan Maret 2018 baru 91 persen, dan ini merupakan dana 2017.

“Silpanya 9 persen. Dari Silpa 9 persen itu bisa dilanjutkan terus pelaksanaannya,” ungkap Yuliswan.

 

Dalam rapat itu, Pendamping dan Perwakilan DPMDes Kabupaten yang hadir, juga menyampaikan sejumlah persoalan yang mereka hadapi kepada Gubernur Erzaldi, terkait hambatan serapan Dana Desa yang mereka terima. (Adv)

 

Sumber : Humas Prov. Babel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*