Selasa , 24 Juli 2018
Breaking News
Home » HEADLINE » Lomba Fotografi Dan Lomba Komentar Ramaikan Pelestarian Nilai Sejarah Babar 2018

Lomba Fotografi Dan Lomba Komentar Ramaikan Pelestarian Nilai Sejarah Babar 2018

Kabid Kesenian dan Kebudayaan Disparbud Babar Bambang Haryo Suseno

KABARBANGKA.COM – Delapan kegiatan akan meramaikan rangkaian acara dalam perhelatan tahunan Pelestarian Nilai Sejarah Dinas Pariwisata Pemkab Bangka Barat dari tanggal 10 April hingga 6 Mei 2018 mendatang.

Kegiatan – kegiatan tersebut yaitu, Pameran Foto Sejarah, Lomba Menggambar tingkat SD, Lomba Pidato tingkat SMA sederajat, Lomba Komentar di facebook, Sarasehan Sejarah, Bedah Buku, Lomba Fotografi Sejarah dan Napak Tilas.

Menurut Kabid Kesenian dan Kebudayaan Dinas Pariwisata Kabupaten Bangka Barat, Bambang Haryo Suseno, Lomba Komentar di Facebook dan Lomba Foto Sejarah merupakan lomba baru pada acara Pelestarian Nilai Sejarah tahun ini.

” Nah ini yang baru. Kita sudah rilis di medsos, jadi melombakan orang untuk membuat komentar yang positif apa yang menjadi warisan para pejuang untuk generasi saat ini,” ujar Seno diruang kerjanya, Rabu ( 11/4/2018 ).

” Lomba Fotografi ini juga baru, jadi temanya jejak para pemimpin RI, jadi bukan foto lama, tapi foto baru, foto saat ini, jadi teman – teman penggiat foto, ini lebih menggali arti sejarahnya, misalnya memfoto bangunan tempat pengasingan, kendaraan yang dulu digunakan, atau menggali kesukaan Bung Karno makan kue penganan pelite,” tambahnya.

Mengenai Lomba Napak Tilas, Seno mengatakan kemungkinan akan ada perubahan, meskipun pihaknya sudah menetapkan rute dan teknik penilaian yang lama. Hal itu disebabkan adanya catatan sejarah tentang titik awal keberangkatan rombongan Bung Karno, Mr. Moehammad Roem dan Ali Sastro Amidjojo bersama masyarakat Muntok yang akan piknik ke pantai Tanjung Kalian. Titik awal tersebut bukan dari Wisma Ranggam atau Pesanggrahan seperti yang selama ini dilaksanakan, melainkan dari Gedung Api yang terletak di Kampung Tanjung Kelurahan Tanjung Muntok.

” Dari data yang ada, sebenarnya titik awal startnya di Gedung Api di Tanjung. Memang sempat ada pemikiran, kita mulai aja dari sana untuk meluruskan sejarah. Tapi, yang agak rumit lokasi itu susah untuk jadi garis start, rombongan dan lain – lain. Mungkin ini akan kami bahas lagi dengan para juri dengan panitia dalam waktu dekat, apakah masih dengan rute yang lama, karena sebagian sudah di publis masih menggunakan rute dan sistem penilaian yang lama. Nanti akan kami padatkan dan mungkin masih bisa berubah,” pungkas Seno. ( SK )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*