Sabtu , 17 November 2018
Breaking News
Home » HEADLINE » Iklan Caleg Bertebaran, Begini Kata Bawaslu Babel

Iklan Caleg Bertebaran, Begini Kata Bawaslu Babel

Edi Irawan
Ketua Bawaslu Babel

KABARBANGKA.COM, PANGKALPINANG — Sejumlah Calon Legislatif (Caleg) di Bangka Belitung, terpantau mulai memasang banner iklan di beberapa media siber (online) lokal dan nasional.

Banner iklan para Caleg yang dipasang di sejumlah media siber itu, lengkap dengan nama jelas dan nomor urutnya sebagaimana simulasi pada Surat Suara Pemilu Legislatif 2019 mendatang.

Ketua Badan Pengawas Pemilu Provinsi Bangka Belitung, Edi Irawan menegaskan, pemasangan banner iklan para Caleg di media massa itu belum boleh dilakukan.

“Kalau untuk saat ini belum boleh,” ujarnya, saat dikonfirmasi via sambungan ponselnya, Jum’at (19/10/2018) siang.

Ia membenarkan, jika iklan kampanye via media massa itu ditentukan oleh KPU.

“Betul, 21 hari sebelum pencoblosan,” tegasnya.

Ditegaskannya, sebelum tanggal 24 Maret 2019, para Caleg belum boleh memasang iklan di media online (siber), media cetak, dan media elektronik.

“Iklan (Caleg) baru boleh, itu mulai tangal 24 Maret 2019,” katanya menegaskan.

Disinggung beredarnya banner iklan para Caleg di media sosial, Ketua Bawaslu Babel itu mengatakan, hal itu tidak termasuk yang dilarang dalam regulasi terkait Pemilu.

“Kalau yang di medsos itu tidak termasuk iklan, tapi kalau di media online, itu media dalam jaringan (internet). Karena dia kan berbayar itu, di media dalam jaringan, kan? Kalau di media sosial, kan tidak berbayar?” jelasnya.

Edi Irawan mengungkapkan, pihaknya (Bawaslu) tidak bisa menindak banner iklan para Caleg yang bertebaran di media sosial. Hal itu lantaran tidak diatur dalam regulasi terkait Pemilu.

“Kalau yang di medsos kita belum bisa menindaknya. Tapi yang di media dalam jaringan (media siber) itu ada arurannya,” terangnya.

Terkait banyaknya banner iklan para Caleg yang beredar di media sosial, Ketua Bawaslu Bawaslu Babel ini mengatakan pihaknya hanya bisa menghimbau, agar para Caleg tidak melakukan itu.

“Kalau (banner iklan) yang di media sosial itu kita hanya bisa menghimbau, supaya tidak dilakukan. Apalagi iklan kampanyenya berkaitan dengan SARA, itu Cyber Crime yang punya urusan,” katanya. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*