Senin , 22 April 2019
Breaking News
Home » HEADLINE » Anshori : 2019 Daba Provinsi Turun 2,6 Milyar

Anshori : 2019 Daba Provinsi Turun 2,6 Milyar

 

KABARBANGKA.COM, BASEL — Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Dan Perhubungan Kabupaten Bangka Selatan, Ir. Anshori, MT menyatakan, tahun 2019 nanti Dermaga Desa Penutuk yang ambruk Sabtu (10/11/2018) sore kemarin akan dibangun menggunakan Dana Bantuan (DABA) Pemprov Babel sebesar 2,9 milyar rupiah.

“Ada dana Daba dari provinsi 2,6 milyar, pelaksanaannya 2019,” ungkapnya, Minggu (11/11/2018) pagi.

Anshori menginformasikan ada dermaga lain yang bisa digunakan masyarakat untuk menyeberang ke Sadai atau Toboali, yaitu Dermaga Tanjung Gading, yang berjarak sekitar 2 kilometer dari Dermaga Penutuk. Menurutnya, kondisi Dermaga Tanjung Gading lebih baik.

“Ada juga Dermaga Tanjung Gading yang jaraknya 2 km, yang kondisi lebih baik dan tidak banyak dipengaruhi pasang surut. Silahkan lihat lokasinya,” terangnya, seraya menambahkan tahun 2019 Daba dari provinsi turun.

Disinggung apakah Dermaga Tanjung Gading itu masih bisa digunakan untuk menyeberang?

Anshori memastikan Dermaga Tanjung Gading bisa digunakan. Bahkan, menurutnya, dermaga itu bisa digunakan untuk bongkar muat kelapa sawit.

“Sangat bisa. Perusahaan SNS naik turun sawit di Tanjung Gading, dan kita rencana kapal Roro merapat kesana, dalam rangka BBM satu harga,” tegasnya.

Ditanya apakah masyarakat dari Desa Penutuk dan sekitarnya bisa nyebrang dari Dermaga Tanjung Gading? Anshori memastikan hal itu sangat bisa. Namun ia menyayangkan, karena masyarakat diduga tidak mau pindah.

“Bisa, cuma masyarakat tidak mau pindah,” katanya.

Anshori menambahkan, ia akan perintahkan stafnya untuk menyiapkan Dermaga Tanjung Gading, sambil memperbaiki Dermaga Desa Penutuk secara darurat..

“Nanti saya akan perintahkan staf untuk menyiapkan (dermaga) Tanjung Gading dan koordinasi dengan masyarakat setempat, sambil kita memperbaiki untuk daruratnya,” tutup Anshori.

Dermaga Penutuk yang merupakan satu – satunya dermaga penyeberangan dari Pulau Penutuk menuju Sadai dan Toboali, dikabarkan ambruk pada Sabtu (10/11/2018) petang. Akibatnya, banyak barang bawaan dan kendaraan yang jatuh kelaut.

Dermaga tersebut menghubungkan Desa Penutuk, Desa Tanjung Labu, Desa Tanjung Sangkar, dan Desa Kumbung. Keempat desa tersebut masuk wilayah Kecamatan Lepar Pongok, Kabupaten Bangka Selatan, dan Dermaga Penutuk merupakan gerbang penyeberangnya.

Kabar itu disampaikan Erwin Asmadi, tokoh masyarakat setempat kepada redaksi media ini, Sabtu malam.

“Terjadinya tadi sore sekitar jam 5 lewat,” ungkap Erwin Asmadi.

Dikatakannya, fungsi dermaga itu sangat urgent. Bila tidak segera diperbaiki, akan berdampak pada ekonomi masyarakat empat desa yang tinggal di pulau itu.

“Betul, sangat – sangat urgent! Bila tidak (segera diperbaiki), perekonomian masyarakat sangat berdampak,” jelasnya.

Ia berharap Dermaga Penutuk segera diperbaiki, dengan menggunakan dana tanggap darurat atau sumber dana lainnya.

“Kalau dana DABA memang sudah disahkan Rp 2.6 M, tapi prosesnya kan masih lama. Biar pemda pakai (dana) tanggap darurat dulu,” harapnya. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*