Sabtu , 17 November 2018
Breaking News
Home » HEADLINE » Diduga, Ada Oknum Yang Koordinir TI Rajuk Di Matras

Diduga, Ada Oknum Yang Koordinir TI Rajuk Di Matras

KABARBANGKA.COM, BANGKA — Mr X (nama samaran – red) mengungkapkan adanya oknum tertentu yang diduga menjadi backing atau mengkoordinir TI Rajuk yang menambang timah secara ilegal di pesisir pantai Matras, yang lokasinya diduga masuk kawasan Hutan Lindung Pantai (HLP).

Hal itu diungkapkan Mr X, pasca dirinya didatangi oleh oknum tersebut belum lama ini. Namun ia enggan mengungkapkan secara detail identitas oknum tersebut.

Dikatakannya, saat ini lebih dari 20 unit ponton TI Rajuk yang menambang timah dilokasi terlarang itu.

“Sekarang jumlah ponton TI disitu ada sekitar 20 lebih. Yang punya ponton ada juga orang Matras, tapi kebanyakan orang dari Selapan,” ungkapnya, Kamis (0811/2018) malam.

Ia juga mengtakan, warga Matras khususnya yang berprofesi sebagai nelayan merasa khawatir, karena sejumlah ponton menambang timah mengarah ke laut. Jika terus dibiarkan, mereka khawatir kolong yang ditambang TI Rajuk itu tembus kelaut, dan limbahnya akan mencemarkan laut disekitar lokasi.

“Kalau dibiarkan, disitu ada sekitar 9 ponton TI yang bekerja menambang timah mengarah kelaut, yang lainnya mengarah ke darat. Kalau kolong itu jebol, limbah tailing TI itu akan masuk kelaut. Itu yang kami tidak mau,” katanya.

Selain itu, warga khawatir menambang timah di kolong itu hanya modus, untuk bisa menambang timah di laut Matras. Sebab, jika kolong yang ditambang itu sampai jebol kelaut, dikhawatirkan akan mengundang kedatangan ponton – ponton TI Apung lebih banyak lagi masuk ke perairan laut Matras. Dan bila itu terus dibiarkan, dikhawatirkan akan timbul gesekan antara nelayan dengan penambang.

“Kalau sampai kolong itu jebol kelaut akibat ulah penambang, nantinya akan mengundang banyak ponton TI Apung masuk kelaut Matras. Dan dipastikan nelayan akan melakukan pergerakan menolak penambangan di laut Matras,” jelasnya.

Sayangnya, hingga berita ini diturunkan belum ada respon dari pihak berwenang, atas konfirmasi redaksi media ini terkait kabar tersebut. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*