Sabtu , 17 November 2018
Breaking News
Home » HEADLINE » Warga Mengeluh, SPAM Tercemar Limbah TI

Warga Mengeluh, SPAM Tercemar Limbah TI

Diduga SPAM tercemar limbah TI, airnya keruh bercampur lumpr

KABARBANGKA.COM, BATENG — Warga Desa Terak, Kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah, kembali mengluhkan kondisi Sarana Pengadaan Air Minum ( SPAM ) yang diduga tercemar limbah dari aktifitas tambang ilegal di hulu SPAM tersebut.

“Sudah dua hari ini mereka operasi dan kerjanya malam, saya tau kalian (penambang – red ) butuh duit, tapi bukan kaya gini caranya. Kami ini manusia, bukannya binatang yang biasa mandi pakai air bercampur lumpur. Jangan hanya mementingkan kepentingan pribadi, tapi pikirkan dampak dan akibatnya kepada orang lain. Asal kalian tahu, kami ini tiap bulan bayar. Coba posisinya di tukar, saya jadi penambang dan kalian menjadi saya, yang harus mandi dengan air bercampur lumpur,” ungkap warga yang enggan namanya dimuat dengan nada kesal.

Dikatakannya, sudah berulangkali aparat keamanan baik dari Kepolisian maupun Sapol PP melakukan penertiban dan penindakan, namun penambang tetap membandel, dan seolah-olah tidak takut hukum.

“Menurut info yang saya dapat, pemilik TI itu Sap, warga Simpang Payak Desa Terak. Kalau polisi mau nangkap tidak perlu naik keatas, cukup tunggu dibawah sehabis subuh, karena diwaktu itulah mereka pulang,” terangnya.

Sementara itu Camat Simpang Katis, Aisyah Sisyilia mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali melakukan penindakan, akan tetapi para penebang ini masih tetap membandel.

“Kita sudah berikan teguran berupa surat teguran, bahkan sudah dua kali kita lakukan penindakan. Yang pertama alat – alat TI – nya ada, tapi orangnya tidak ada. Yang kedua orangnya ada, tapi peralatan TI – nya tidak ada. Tetapi mereka tetap saja mbandel, Insya Allah besok akan kami laporkan ke Satpol PP Kabupaten, untuk razia kedepannya akan kita angkut saja peralatan TI – nya,” kata Aisyah, Rabu (07/11/2018).

Dirinya berharap para penambang menghentikan aktivitasnya menambang timah di Bukit Mangkol, karena itu melanggar hukum dan mengganggu kepentingan umum.

“Saya minta para penambang jangan melakukan aktivitas penambang lagi di Bukit Mangkol, karena sudah melanggar hukum dan mengganggu kepentingan orang banyak. Kasian lah orang orang yang menggunakan SPAM, kalau masih membandel akan saya tidak tegas, karena bagi saya kepentingan masyarakat lebih utama dan menjadi prioritas,” pungkasnya. (Yan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*