Kamis , 20 Juni 2019
Breaking News
Home » HEADLINE » Kasihan Janda Ini, Jadi Korban Pemerasan Oknum LPK RI

Kasihan Janda Ini, Jadi Korban Pemerasan Oknum LPK RI

Sobekan Berita Acara Hasil Survey Dan Atau Pengawasan LPK RI yang di sambung lagi oleh SL

BANGKA — SL, janda anak dua yang biasa jualan jamu keliling di Kota Sungailiat, Kabupaten Bangka, diduga jadi korban pemerasan oleh oknum yang mengaku dari Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK RI) Pengurus Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Senin siang (07/01/2019) lalu.

Kepada redaksi media ini, Mj yang mendampingi saudari iparnya SL itu menuturkan, pada saat kejadian produk jamu jualan SL di simpan dirumahnya, di Lingkungan Sidodadi, Kelurahan Sri Menanti, Kecamatan Sungailiat. Hal itu lantaran lokasi SL berjualan di Pasar Inpres, di depan Kantor Lurah Sri Menanti sedang dibangun.

“Mereka datang berdua, saya gak tau siapa namanya. Tapi yang saya ingat salah satunya badannya kurus tinggi, dan giginya ompong. Mereka ngaku dari LSM apa gitu? Masuk ke rumah langsung periksa jamu yang dijual ipar saya ini. Terus katanya, ada jamu yang belum mengantongi izin edar” tutur Mj, Minggu (13/01/2019) petang.

Masih kata Mj, oknum itu lalu membuat Berita Acara Hasil Survey Dan Atau Pemeriksaan terhadap produk jamu yang biasa dijual SL. Namun usai pemeriksaan dan Berita Acara dibuat, produk jamu yang diduga tanpa izin edar itu sama sekali tidak diamankan atau disita. Malah, si oknum itu meminta uang sebesar 10 juta. Jika uang yang diminta tidak diberikan, SL akan dibawa ke kantor.

Lantaran ketakutan dan kurang faham dengan aturan hukum, SL lalu bersedia memberikan uang Rp 3 juta, dari permintaan sebelumnya Rp 10 juta.

“Ipar saya ini kan gak ngerti, mana jamu yang boleh dijual? Dan mana yang tidak? Dia beli jamu itu dari agen yang di Pangkalpinang” jelas Mj.

SL (korban) menambahkan, setelah diberikan uang Rp 3 juta itu, Berita Acara Hasil Survey itu di robek menjadi potongan kecil – kecil, lalu ditaruh diatas meja. Oleh SL, sobekan kertas Berita Acara itu lalu dikumpulkan dan disambung lagi. Meski tidak utuh seperti semula, namun masih terbaca dengan jelas.

“Awalnya minta duit itu 10 juta. Tapi saya bilang, saya gak punya duit segitu banyak, saya ini cuma jual jamu keliling, bukan toko besar. Lalu saya pinjam uang sama istrinya Pakde saya tiga juta, terus saya kasih ke bapak itu. Setelah duit itu diterima, surat itu (Berita Acara) di robek sama dia, di taruh diatas meja. Katanya masalah sudah selesai. Setelah mereka pergi, kertas surat itu saya ambil, terus saya tempel di kertas ini, saya simpan terus” papar SL.

Saat memberikan uang Rp 3 juta itu, menurut SL, juga diketahui oleh Mj dan istrinya, yang merupakan kakak perempuan SL.

“Ada kakak saya yang lihat, mas Mj ini juga tau waktu ngasi duit itu” tukasnya.

Dikonfirmasi terpisah, AR, selaku Ketua LPK RI Pengurus Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, enggan berkomentar banyak.

“Siap ada yang bisa dibantu pak romlan?” ujar warga Kelurahan Sinar Baru itu via pesan singkat, Minggu malam.

Namun ketika diminta menjawab konfirmasi redaksi media ini, hingga berita ini diturunkan AR tak kunjung memberikan penjelasan atas kabar tersebut. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*