Rabu , 20 Maret 2019
Breaking News
Home » HEADLINE » Ketua LPK – RI Berikan Klarifikasi, Begini Penjelasannya!

Ketua LPK – RI Berikan Klarifikasi, Begini Penjelasannya!

BANGKA — Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK – RI) Pengurus Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ali Rachmansyah, didampingi rekannya Suhandro dan Edi Muslim, mendatangi Kantor Berita Media Siber KABARBANGKA.COM, Senin (14/01/2019) malam. Kedatangan Ali Rachmansyah guna memberikan klarifikasi atas berita yang dimuat sebelumnya, atas dugaan pemerasan terhadap SL, janda penjual jamu yang mengaku diminta sejumlah uang oleh oknum LPK – RI belum lama ini.

Kepada redaksi media ini, Ali Rachmansyah membantah melakukan pemerasan atau meminta sejumlah uang kepada SL, yang diduga menjual jamu belum mengantongi izin edar. Menurutnya, tidak satu kalimatpun keluar kata – kata permintaan uang, ketika pihaknya melakukan survey terhadap produk jamu yang dijual SL.

“Tidak ada kami minta duit, satu kalimatpun tidak pernah mengatakan meminta uang. Kami datang kesitu dalam rangka sosialisasi tentang perlindungan konsumen dan pengawasan terhadap peredaran barang dan jasa. Waktu kami kesitu, kami menemukan jamu yang tidak ada izin edar dan nomor registrasi dari BPOM. Setelah dibuatkan berita acara, ibu itu nangis – nangis minta tolong kasusnya jangan diteruskan, sambil menunjukkan anaknya yang masih kecil. Karena itu kami tergugah untuk membantu” ungkapnya.

Dikatakannya, kedatangan pihaknya menemui SL dalam rangka menyampaikan fungsi LPK – RI, sebagai lembaga yang melakukan survey dan pengawasan terhadap peredaran barang dan jasa berupa produk apapun.

“Kami datang ke tempat mbak jamu itu dalam rangka sosialisasi fungsi dan kewenangan LPK – RI, sebagai lembaga yang berwenang melakukan survey dan pengawasan terhadap produk barang dan jasa, walaupun tidak ada pengaduan dari konsumen” jelasnya.

Ia melanjutkan, dari hasil survey dan pengawasan terhadap produk barang dan jasa tersebut dibuatlah berita acara dan laporan ke Balai Pemeriksaan Obat Dan Makanan, Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian Dan Perdagangan, dan instansi terkait lainnya. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*