Senin , 18 Februari 2019
Breaking News
Home » HEADLINE » Arief Budiman Ajak Semua Pihak Jaga Kualitas Pemilu

Arief Budiman Ajak Semua Pihak Jaga Kualitas Pemilu

JAKARTA — Ketua KPU RI Arief Budiman menyebutkan, Pemilu 2019 merupakan Pemilu yang Sstrategis. Hal ini didasari beberapa hal diantaranya, anggaran untuk mendukung pelaksanaan Pemilu 2019 jumlah yang paling besar diantara Pemilu yang pernah diselenggarakan sebelumnya.

Selanjutnya, Arief Budikan sampaikan bahwa personil yang terlibat terhitung besar dan akan mencapai rekor terbanyak sepanjang sejarah.

“Bayangkan saja ada sekitar 7,2 juta yang akan bertugas di TPS, itu baru di TPS saja. Belum lagi ada saksi dari partai politik, saksi capres/cawapres, personil keamanan yang terlibat, baik itu TNI maupun Polri, ini jumlahnya sangat besar” papar Arief Budiman, saat menjadi pembicara dalam acara Rapat koordinasi Kehumasan dan Hukum 2019 di Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (11/02/2019).

“Ada lima surat suara yang akan dipilih pada hari pemungutan suara hari Rabu 17 April 2019 mendatang, yaitu surat suara untuk capres/cawapres, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, DPRD Kota/Kabupaten. Artinya, seluruh pemimpin kita di semua level akan ditentukan pada 17 April nanti. Jadi 17 April akan sangat menentukan 5 tahun ke depan. Salah mengelola maka akan salah ke depannya” papar Arief.

Arief juga menyebut, KPU sebagai penyelenggara pemilu tidak mungkin dapat menyukseskan Pemilu 2019 tanpa peran serta dari semua lapisan masyarakat termasuk peran Pemerintah dan pemerintah daerah. Salah satu cara untuk mendukung kelancaran Pemilu adalah dengan cara ikut serta mensosialisasikan Pemilu dengan menggunakan data dari KPU atau data yang dapat diakses melalui laman kpu.go.id. atau bisa menginstal aplikasi KPU RI Pemilu 2019 di Smartphone masing-masing.

“Semua informasi pemilihan umum ada di web kita di kpu.go.id atau instal aplikasi KPU RI Pemilih 2019 misalnya saja profil dari masing-masing capres/cawapres termasuk data pemilih. KPU juga mempublikasikan caleg mantan narapidana kasus korupsi, tapi KPU tidak mengintervensi untuk memilih atau tidak, silahkan saja tergantung pada pemilih. Intinya adalah semua informasi mengenai Pemilu sudah kami sediakan” papar Arief.

Selain itu, Arief juga mengatakan, sosialisasi tidak hanya dilakukan alam bentuk digital saja tetapi juga melalui tatap muka langsung seperti program KPU goes to campus, jalan santai, dan pertemuan dengan komunitas tertentu. Diakhir, Arief berharap informasi dari KPU dapat menajdi bahan untuk sosialisasi pemilu 2019 yang dinilai kompleks dan diharapkan dapat melahirkan pemimpin yang terbaik. (Rilis)

Sumber : Puspen Kemendagri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*