Senin , 25 Maret 2019
Breaking News
Home » HEADLINE » Buku “Catatan Sang Jurnalis”, Salah Satu Buku Yang Layak Untuk Dibaca

Buku “Catatan Sang Jurnalis”, Salah Satu Buku Yang Layak Untuk Dibaca

BANGKA TENGAH — Buku “Catatan Sang Jurnalis” merupakan salah satu buku karya tulis seorang wartawan Koran Harian Pagi Rakyat Pos, Muhammad Tamimi. Buku itu berisikan opini – opini yang selama ini Ia tulis. Selain opini, ada juga yang menceritakan carut – marutnya pertambangan ilegal yang tersebar di Bangka Belitung ini.

Demikian dikatakan sang penulis buku Catatan Sang Jurnalis, Muhammad Tamimi, saat berbincang dengan KABARBANGKA.COM di Sekertariat Belapun Jurnalis, Koba, Bangka Tengah, Sabtu (09/03/2019).

“Buku yang saya tulis ini merupakan kumpulan semua opini yang sudah terbit di Harian Rakyat Pos. Tulisan ini opini menyoroti beragam persoalan yang terjadi di tengah – tengah masyarakat. Kenapa menulis opini? Karena menurut saya, opini adalah cara pandang menyikapi masalah yang dihadapi masyarakat, baik itu masyarakat Bangka Belitung maupun Indonesia pada umumnya,” ungkap Tamimi.

Dilanjutkannya, tulisan ini merupakan salah satu bentuk pengawalan terhadap kebijakan yang dibuat oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah Provinsi Bangka Belitung dan pemerintah daerah Kabulaten Bangka Tengah.

“Tulisan saya ini paling tidak salah satu bentuk pengawalan kebijakan pemerintah. Karena di setiap kebijakan selalu ada hal unik untuk saya soroti, dan memberi pandangan atau rujukan untuk menghadapi masalah yang terjadi di masyarakat agar mendapatkan jalan keluarnya,” tuturnya.

Masih kata Tamimi, beragam tulisan yang di angkat dalam buku ini, di antaranya pendidikan, politik, ekonomi, carut marutnya pertambangan, pariwisata dan peran penting pers dalam mengawal Pemilu Demokrasi, serta dalam hal lainnya.

“Banyak hal yang saya tulis didalam buku ini. Menurut saya ini bahan yang pas untuk dituangkan menjadi sebuah buku. Semoga saja tulisan ini bisa memberikan sumbangsih pemikiran kepada pemerintah dalam mengambil kebijakan – kebijakan, agar tetap melalui kajian yang mendalam sebelum ditetapkan dan diterapkan di masyarakat,” ucapnya.

Diakhir perbincangan sempat ditanyakan dua judul opini yang menarik untuk diceritakan, terkait carut marutnya pertambangan yaitu, Benang Kusut Pertambangan Lepas Pantai, dan Antara Program Strategis Dengan Pertambangan Ilegal.

“Coba lihat banyak sekali nelayan yang kehidupanya di daerah pesisir, terancam akibat banyak Kapal Isap Produksi (KIP) menghisap daerah perairan laut, yang mana para nelayan mencari ikan untuk menafkahi keluarganya dan bertahan hidup. Dan keberadaan kapal isap tidak bisa dihindari, karena terlalu banyak kepentingan yang pada akhirnya mengorbankan yang kecil. Lalu kalau Antara Program Strategis Dengan Pertambangan Ilegal, intinya bisa dilihat dari rusaknya kawasan hutan. Baik Hutan Lindung, Hutan Produksi, bahkan Hutan Konservasi pun banyak yang luluh lantak di hajar penambang liar. Tanah menjadi gersang, sektor pertanianpun terganggu karena kesulitan bercocok nama di lahan exs tambang. Bahkan setelah di reklamasi juga kembali dihancurkan oleh aktivitas penambang ilegal, dan ini yang berbenturan dengan program pemerintah,” pungkasnya.

Untuk lebih lengkap dan jelas lagi tentang dua opini yang di atas, silahkan beli dan baca buku Catatan Sang Jurnalis. (Yan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*