Rabu , 26 Juni 2019
Breaking News
Home » ADVETORIAL » Ini Usia Ideal Untuk Menikah

Ini Usia Ideal Untuk Menikah

 

BANGKA TENGAH — Bersama mitra kerja, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Kabupaten Bangka Tengah menggelar sosialisasi Program Kependudukan, Keluarga Berencana Dan Pembangunan Keluarga (PKKBP) di Gedung Serbaguna Kecamatan Sungai Selan, Bangka Tengah, Kamis (21/03/2019).

Bupati Bangka Tengah Dr. Ir. H. Ibnu Saleh, MM dalam sambutannya mengatakan, program Keluarga Berencana adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan melalui promosi, perlindungan, serta bantuan sesuai dengan hak produksi untuk mewujudkan keluarga berkualitas.

“Berdasarkan ilmu kesehatan, umur ideal yang matang secara biologis dan psikologid adalah 20 sampai 25 tahun bagi wanita, dan 25 sampai 30 bagi pria. Oleh karena itu BKKBN memberikan pembatasan usia 21 tahun untuk wanita, dan 25 tahun bagi pria,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, sementara itu data statistik rutin BKKBN bulan Desember 2018, untuk capaian peserta baru metode kontrasepsi jangka panjang (PB MKJP) di Kabupten Bangka Tengah hanya 43 persen, dengan angka absolut 492, dari targetnya 1.144. Pencapaian ini masih dibawah capaian provinsi 68 persen, tenaga lini lapangan KB harus bekerja keras dalam mensosialisasikan Program KB, sehingga target KKBPK dapat tercapai.

“Sejak dicanangkan oleh Persiden Joko Widodo tanggal 14 Januari 2016, Kampung KB terus tumbuh pesat dengan target tahun 2017 terdapat satu Kampung KB di setiap Kecamatan seluruh Indonesia. Untuk Bangka Tengah sendiri Kampung KB telah diresmikan di Desa Belimbing, Kecamatan Lubuk Besar, tanggal 10 Maret 2016, dan tahun 2017 telah di bentuk 6 kampung KB di 6 Kecamatan. Yaitu Desa Kurau di Kecamatan Koba, Desa Lubuk Besar di Kecamatan Lubuk Besar, Desa Baskara Bakti di Kecamatan Namang, Desa Tanjung Gunung di Kecamatan Pangkalan Baru, Desa Pasir Garam di Kecamatan Simpang Katis, dan Desa Mungu di Kecamatan Sungaiselan, sehingga sudah terbentuk tujuh Kampung KB,” terangnya.

Ibnu Saleh melanjutkan, di tahun 2018 telah di bentuk empat Kampung KB. Yaitu Desa Cambai, Desa Sungkap, Desa Kerantai, dan Desa Batu Beriga, sehingga sudah terbentuk 11 Kampung KB di Bangka Tengah.

“Harus kita apresiasi secara bersama, karena kalau seluruh stakeholder fokus untuk membangun Kampung KB, Insya Allah tingkat kesejahteraan di seluruh Kampung KB akan meningkat, dan akan tercipta keluarga yang berkualitas di Kabupaten Bangka Tengah,” tambahnya.

Masih kata Ibnu Saleh dalam sambutannya, ada beberapa hal penting yang harus disepakati dalam kegiatan Sosialisasi Advokasi dan KIE Program KKBPK bersama Mitra Kerja ini.

“Pemberian informasi Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) oleh perangkat daerah, PLKB, Kader, PPKBD, Sub PPKBD, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Pokja Kampung KB di daerah, agar dapat dilakukan di desa dengan sasaran wilayah khususnya di Kampung KB.

Sasaran Pelayanan KB di prioritaskan bagi Pasangan Usia Subur (PUS), pasca kelahiran dan pasca keguguran. Mendorong pemakaian kontrasepsi modern, khususnya MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang).

“Agar kegiatan ini dapat berhasil, maka perlu dukungan dari seluruh mitra terkait berupa sarana, prasarana dan Sumber Daya Manusia,” pungkasnya. (Adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

error: Content is protected !!