Senin , 27 Mei 2019
Breaking News
Home » HEADLINE » Pahami Enam Jenis Literasi

Pahami Enam Jenis Literasi

JAKARTA — Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kemendikbid Ananto Kusuma Seta meminta masyarakat memahami dan mengaplikasikan Gerakan enam jenis literasi dalam kehidupan. Hal itu diungkapkannya saat menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Perpustakaan Tahun 2019 di Birawa Hall Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (14/03/2019).

“Penguasaan enam literasi dasar yang disepakati oleh World Economic Forum pada tahun 2015 menjadi sangat penting tidak hanya bagi pelajar tetapi juga bagi seluruh masyarakat. Enam literasi dasar tersebut mencakup literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, dan literasi budaya dan kewargaan,” kata Ananto.

Pertama, literasi baca tulis salah satu di antara enam literasi dasar yang perlu dikuasai adalah literasi baca-tulis. Membaca dan menulis merupakan literasi yang dikenal paling awal dalam sejarah peradaban manusia. Peningkatan budaya baca dan kegemaran menulis harus diterapkan sejak dini.

“Kita harapkan nanti setiap kampus, mahasiswa/dosennya wajib menulis jurnal untuk mengembangkan literasi ini. Selain itu, fokus kita ke depan juga adalah literasi untuk kaum ibu-ibu,” kata Ananto.

Kedua, literasi Numerasi. Literasi numerasi adalah pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan berbagai macam angka dan simbol-simbol yang terkait dengan matematika dasar untuk memecahkan masalah praktis dalam berbagai macam konteks kehidupan sehari-hari, menganalisis informasi yang ditampilkan dalam berbagai bentuk serta menggunakan interpretasi hasil analisis tersebut untuk memprediksi dan mengambil keputusan.

Ketiga, literasi Sains dapat diartikan sebagai pengetahuan dan kecakapan ilmiah untuk mampu mengidentifikasi pertanyaan, memperoleh pengetahuan baru, menjelaskan fenomena ilmiah, serta mengambil simpulan berdasar fakta.

Keempat, Literasi finansial adalah pengetahuan dan kecakapan untuk mengaplikasikan pemahaman tentang konsep dan risiko, keterampilan agar dapat membuat keputusan yang efektif dalam konteks finansial untuk meningkatkan kesejahteraan finansial, baik individu maupun sosial, dan dapat berpartisipasi dalam lingkungan masyarakat.

Kelima, literasi Digital. Menurut Ananto, memasuki era industri 4.0 perpustakaan memiliki tantangan yang berbeda dengan era sebelumnya. Era Industri 4.0 dihadapkan pada Networking dan Knowledge Sharing yang kuat.

“Ciri dari era ini adalah Connecting. Karenanya tantangan kita saat ini adalah Networking dan Knowledge Sharing, perpustakaan kedepan harus terkoneksi satu sama lain. Abad nanti data adalah barang publik, semua orang harus bias mengakses itu dimana saja dan kapan saja,” kata Ananto.

Keenam, literasi budaya dan kewargaan literasi budaya merupakan kemampuan dalam memahami dan bersikap terhadap kebudayaan Indonesia sebagai identitas bangsa. Sementara itu, literasi kewargaan adalah kemampuan dalam memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara. (Rilis)

Sumber : Puspen Kemendagri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*