Senin , 22 April 2019
Breaking News
Home » HEADLINE » Perkelahian Di Depan SPBU Kurau, Keluarga Terduga Pelaku Berikan Klarifikasi

Perkelahian Di Depan SPBU Kurau, Keluarga Terduga Pelaku Berikan Klarifikasi

Guruh Sanjaya dan Redi Wijaya, saat memberikan klarifikasi kepada redaksi kabarbangka.com di Pangkalpinang, Senin (18/03/2019) malam

PANGKALPINANG — Pihak keluarga dari terduga pelaku perkelahian di depan SPBU Kurau, Bangka Tengah, Sabtu (16/03/2019) sekira pukul 10.00 WIB pekan lalu, Guruh Sanjaya dan Redi Wijaya, memberikan klarifikasi atas berita yang beredar terkait kejadian yang menyebabkan empat orang warga Kurau Timur harus dilarikan ke Rumah Sakit.

Guruh Sanjaya, selaku kakak kandung dari Burna Wijaya alias Yuna, warga Semabung Pangkalpinang, salah satu terduga pelaku mengatakan, ketiga terduga pelaku lainnya juga masih saudara sepupunya. Dia membantah berita sebelumnya, yang seakan – akan para terduga pelaku yang lebih dulu melakukan penyerangan. Menurutnya, yang melakukan penyerangan terlebih dulu adalah Hendi dan kawan – kawan.

“Menurut keterangan dari adik Saya, Burna, ketika kami besuk di Polsek Koba tadi siang, awalnya Dia sama Reksi berjalan menuju SPBU. Sampai di depan pintu SPBU, Reksi lebih dulu dipukul oleh Hendi menggunakan kayu balok. Melihat Reksi dipukul itu, Burna dan kawan – kawan berupaya menolongnya. Dari itulah terjadi keributan saling serang,” ungkap Guruh Sanjaya di Pangkalpinang, Senin (18/03/2019) malam.

Guruh Sanjaya membantah adik kandungnya (Burna Wijaya alias Yuna) itu membawa parang. Menurutnya, belum diketahui secara pasti siapa yang sesungguhnya membawa parang.

Akibat perkelahian tersebut, Yuna sendiri mengalami di atas tumit kaki sebelah kiri, dengan luka 30 jahitan. Kemudian memar di bagian wajah, dan luka – luka ringan tangannya.

Sementara Redi Wijaya, kakak kandung dari terduga pelaku Reki, Riski, dan Rexi mengaku Dia mendapatkan informasi dari adiknya, dan turut mengantarkan adiknya menyerahkan diri. Rendi menuturkan, bahwa pada saat kejadian itu ketiga saudaranya itu hanya membela diri, lantaran melihat Reksi diserang duluan oleh Sudi dan Hendi, menggunakan senjata tajam dan kayu balok.

Menurutnya, kejadian awal Reki menegur oknum yang diduga preman atasnama Sudi, yang diduga melakukan pemalakan terhadap petugas nozel SPBU sebesar Rp 50.000. Reki menasehati, agar Sudi jangan lagi melakukan pemalakan, dan jangan buat onar di SPBU tersebut. Sudi pun tidak mempersoalkan teguran tersebut.

Ketika mereka sedang ngobrol diluar pagar SPBU, datanglah Hendi pakai motor, langsung menuju ke arah rombongan Reki, Reski, dan Sudi. Hendi yang baru tiba langsung menyerang Reki dengan balok kayu, dan berteriak seakan memprovokasi temannya yang lain. Melihat Rexi diserang, spontan saja Reki, Reski, dan Yuna berupaya menolong Rexi.

“Hendi langsung membentak dan memberi kode, lanjutkan! Dia menyerang Rexi dengan balok kayu. Melihat Rexi dipukul, ketiga saudaranya yang berada di SPBU berupaya menolong Rexi. Kalau senjata tajam itu salah satunya dari Sudi yang menyerang Reksi duluan bersama Hendi. Akibatnya Reksi luka di kaki sebelah kiri, dan harus dijahit sebanyak 40 jahitan. Reksi juga mengalami luka di tangan, dan memar bagian dada,” ungkap Redi Wijaya, Senin malam.

Dia melanjutkan, Reki yang berhasil merebut senjata tajam dari Sudi, langsung membantu adiknya, Reski, yang dikeroyok oleh Abot dan Asep menggunakan senjata tajam dan kayu. Reski juga mengalami luka di tangan kiri, hingga harus dijahit belasan jahitan. Di bagian keningnya juga ada luka memar akibat pukulan benda keras.

“Parang itu direbut dari tangan Sudi, kalau parang yang satunya di dapat dari kendaraan di sekitar SPBU. Karena keempat bersaudara itu tidak ada yang membawa senjata tajam waktu datang ke SPBU,” jelasnya.

Guruh Sanjaya dan Redi Wijaya, sama – sama menghormati proses hukum terhadap saudara – saudaranya yang terlibat perkelahian tersebut.

“Kami juga turut membantu pihak kepolisian untuk mencari keberadaan dua adik kami yang belum menyerahkan diri,” tukasnya.

Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi dan keterangan resmi dari kepolisian setempat. Konfirmasi yang dilayangkan redaksi media ini, hingga kini belum ada tanggapan dari pihak berwenang. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*