Kamis , 20 Juni 2019
Breaking News
Home » HEADLINE » Datangkan Arsitek Dari Empat Negara, Molen Tegaskan Tidak Dibiayai APBD

Datangkan Arsitek Dari Empat Negara, Molen Tegaskan Tidak Dibiayai APBD

PANGKALPINANG — Walikota Pangkalpinang H. Maulan Aklil menegaskan, pertemuan dengan arsitek dari empat negara yang dimotori oleh Ikatan Arsitek Indonesia bersama sejumlah asosiasi arsitek Asia, tidak menggunakan biaya dari APBD Kota Pangkalpinang.

“Tolong digaris bawahi, ini gratis semua! Tidak ada di biaya kita, sebentar lagi adalah oleh-oleh dari mahasiswa arsitektur, yang akan mengembangkan hasil kerja mereka nanti. Sebentar lagi akan jadi ikon di Kota Pangkalpinang,” ungkap H. Maulan Aklil dalam sambutannya di acara Live Design Discourse dengan tema Peran Arsitektur Dalam Merubah Kota yang digelar di Swiss Bel hotel Pangkalpinang, Sabtu (13/04/2019) petang.

Walikota yang akrab dipanggil Molen itu kembali menegaskan, bahwa dirinya ingin membangun Kota Pangkalpinang dengan tulus ikhlas. Dia tidak peduli orang mau ngomong apa? Tekadnya sudah bulat ingin menjadikan Kota Pangkalpinang menjadi Kota Beribu Senyuman.

“Saya ingin menegaskan seperti ini pak, yang namanya perubahan itu selalu ada pro dan kontra. Bekerja sedikit sudah dikomplain, inilah yang namanya Pangkalpinang. Tapi Saya yakin dengan ketulusan dan keikhlasan kita, whatever orang mau ngomong apa? Senyumin aja. Pangkalpinang akan jadi kota 1000 Senyuman,” kata Molen.

Putra asli Pangkalpinang yang 19 tahun merantau di Sumatera Selatan menjadi seorang birokrat itu, juga mengucapkan selamat datang di Pangkalpinang kepada para arsitektur yang tergabung dalam IAI maupun Asosiasi Arsitektur Asia.

“Bapak ibu semua, selamat datang di Kota Pangkalpinang. Kota kami luasnya hanya 118,401 kilometer persegi, small city, but beautiful Island. I love Pangkalpinang! Always Pangkalpinang,” tuturnya.

Masih kata Dia, apa yang akan dipaparkan oleh para arsitektur itu nantinya, yang dihasilkan mereka dari kerja yang sampai berhari-hari, diharapkan bisa dianggarkan. Dan hasil kerja para arsitektur muda itu dapat dijadikan icon Kota Pangkalpinang.

“Mudah-mudahan ini bisa kita anggarkan. Apa yang kita kerjakan ini bisa menjadi icon menjadi terkenal nantinya, bahwa ini hasil dari arsitektur Indonesia. Bapak – ibu semua, saya tunggu ini, mumpung kita masih bisa dalam penganggarannya, kalau memungkinkan kita anggarkan 2020 nanti,” harapnya.

Molen menambahkan, Pangkalpinang belum punya sesuatu yang ikonik, sementara daerah lain sudah punya kita belum punya. Dia juga meminta bantuan kepada para arsitektur muda Indonesia, agar bisa membantunya membuat icon Kota Pangkalpinang, sebuah icon yang bisa dikenang oleh semua orang yang datang ke Pangkalpinang, sebagaiĀ  The City of Thousand Smile.

“Karena ini pengalaman baru bagi Saya. Tolong bantu kami kota kecil ini. Dari kota kecil inilah, nanti akan kita kenang, akan kita jadi icon. Sekali lagi, tolong diingat pak! Pangkalpinang bukan Laskar Pelangi, Pangkalpinang bukan seperti Bali, Pangkalpinang bukan Tudung Saji. Kalau bapak nanti keluar dari Pangkalpinang datang ke Malaysia lagi, Where do you come from? I come from the city of thousand smile,” tutupnya.

Arsitektur muda yang hadir ini, adalah arsitek muda dari Malaysia, Singapura, Thailand, dan Indonesia, yang tergabung dalam beberapa Asosiasi Arsitektur Asia dan Ikatan Arsitek Indonesia. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*