82 Sampel Makanan Berbuka Puasa Di Uji

  • Whatsapp

PANGKALPINANG — Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Pangkalpinang bersama dinas terkait, memeriksa dan menguji puluhan sampel makanan berbuka puasa atau takjil yang banyak dijual masyarakat di Kota Pangkalpinang. Kegiatan itu penting dilakukan, guna memastikan bahwa takjil yang dijual itu bebas dari bahan-bahan berbahaya.

Menurut Kepala BPOM Pangkalpinang, Hermanto, pemeriksaan sampel makanan menggunakan tes uji cepat (rapidly test) di mobil laboratorium keliling milik BPOM. Parameter uji yang berbahaya itu seperti mengandung boraks, formalin, Rhodamin B, dan metanil yellow.

Dijelaskannya, bahan-bahan tersebut berbahaya. Meskipun efeknya tidak langsung, namun sekitar 5-10 tahun kemudian akan terjadi kasus-kasus kesehatan seperti penyakit kanker dan lain-lain.

Dari 82 sampel makanan yang diuji dari seluruh Kecamatan di Kota Pangkalpinang, 81 sampel dinyatakan aman untuk dikonsumsi oleh masayarakat. Sedangkan satu sampel ditemukan mengandung bahan berbahaya Rhodamin B, yaitu pada kue apem yang dititipkan oleh produsen kepada penjualnya.

Rhodamin B itu biasa digunakan untuk pewarna tekstil dan pewarna kertas. Karena itu tidak boleh digunakan dalam makanan, karena sangat membahayakan bagi kesehatan. Terkait temuan ini, Balai POM sudah mengambil tindakan-tindakan. Di antaranya memberi peringatan kepada penjualnya, untuk tidak mengulangi lagi.

“Dan kami akan menelusuri dimana prosuden ini? Untuk dapat dilakukan bimbingan edukasi. Kita akan beritahukan barang ini tidak boleh digunakan ke makanan,” ungkapnya, Jum’at (10/05/2019).

Hermanto menghimbau kepada para pelaku usaha, selain untuk tidak menggunakan bahan berbahaya, juga untuk mengolah dan menyajikan dengan cara-cara yang hiegenis. Termasuk menjaga kebersihannya alat-alat yang digunakan dan cara pengolahannya.

Walikota Pangkalpinang H. Maulan Aklil yang ikut dalam kegiatan tersebut mengatakan, kegiatan ini adalah upaya Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk menciptakan rasa aman dan nyaman, baik bagi penjual maupun pembeli makanan untuk berbuka puasa.

Dikatakannya, uji sampel makanan ini bertujuan untuk membuktikan, bahwa makanan untuk berbuka puasa di Kota Pangkalpinang terjamin kualitasnya, dan tidak mengandung zat-zat berbahaya.

Selain dihadiri Walikota Pangkalpinang H. Maulan Aklil, nampak diikuti Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kota Pangkalpinang, serta Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *