Sabtu , 25 Mei 2019
Breaking News
Home » HEADLINE » Aparat Diminta Menindak Tegas Penambang Di Dam Putus

Aparat Diminta Menindak Tegas Penambang Di Dam Putus

BANGKA TENGAH — Seolah tidak takut akan hukum, para penambang kembali melakukan aktivitas penambangan pasir timah secara ilegal di Kawasan Dam Putus Desa Lampur, Kecamatan Sungai Selan. Padahal belum lama ini, tepatnya tanggal 30 April 2019 lalu, Tim Gabungan Satpol PP Provinsi, Satpol PP Kabupaten Bangka Tengah dan Polsek Sungai Selan, sudah melakukan penertiban dikawasan tersebut.

Namun hal itu tidak membuat takut para penambang, dan mereka tetap beraktivitas melakukan penambangan pasir timah, bahkan mengancam fasilitas umum, yaitu jalan penghubung Desa Lampur dengan Desa Munggu.

Yardiansyah, selaku Camat Sungai Selan, mememinta kepada aparat penegak hukum untuk segera melakukan tindakan tegas terhadap penambang timah yang beraktivitas secara ilegal di lokasi yang berdekatan dengan jembatan penghubung antara Desa Lampur dengan Desa Munggu tersebut. Karena bila hal itu tetap dibiarkan, akan berpotensi merusak fasilitas umum.

“Kalau hanya dihimbau dan tidak diberikan sanksi hukuman, atau tidak ada tindakan keras dan tegas dari aparat, maka para penambang ini akan tetap beraktivitas. Bila dibiarkan terus menerus, ini akan merusak fasilitas umum seperti yang terjadi beberapa tahun yang lalu, jembatan ini pernah roboh akibat penambangan liar,” kata Yardiansyah, Rabu (15/05/2019).

Masih kata Yardi, dirinyapun tidak memungkiri tambang merupakan tempat warga mencari nafkah. Namun apabila terus dibiarkan, selain berpotensi akan merusak fasilitas umum, juga akan berdampak kepada konflik masyarakat. Oleh karena itu, penambangan timah ilegal itu harus segera untuk dihentikan, agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kalau ini tetap didiamkan, akan menghancurkan fasilitas umum. Seperti yang terjadi lima tahun lalu, jembatan penghubung Lampur-Munggu ini pernah putus, dan mereka tidak pernah berpikir sejauh itu,” kata Dia.

Yardi berharap ada pengawasan dari pihak aparat keamanan dan Kepala Desa lampur, agar berperan aktif melarang dengan tegas diwilayahnya ada aktivitas ilegal yang berpotensi akan merusak fasilitas umum.

“Berharap pihak aparat melakukan pengawasan, Kepala Desanya juga harus tegas melihat aktivitas illegal di desanya, kalau seperti ini terus fasilitas umum yang akan hancur,” ujarnya.

Sementara itu Kapolsek Sungai Selan IPTU Mulya Sugiharto mengatakan, pihaknya sudah melaporkan kepada pimpinan di Polres Bangka Tengah, terkait adanya aktivitas tambang timah ilegal yang bekerja kembali di wilayah Desa Lampur. Terkait hal tersebut, Kapolsek juga mengaku sudah koordinasikan dengan Camat Sungai Selan.

“Sudah kita laporkan terkait adanya penambangan timah ilegal yang beroperasi di Dam Jebol, dan sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan untuk sama – sama melaksanakan penertiban, baik dari Polres Bateng, Polsek dan Kecamatan Sungai Selan. Karena hal ini merupakan tugas dan kewajiban bersama sebagai aparatur pemerintahan di tingkat Kecamatan. Untuk pelaksanaannya kami masih menunggu waktu dan perintah dari pimpinan, agar dapat dilakukan secara bersama -sama,” jelas IPTU Mulya seizin Kapolres Bangka Tengah.

Sampai berita ini diturunkan, Kepala Desa Lampur, Fadri Affandi, belum memberikan jawaban atas konfirmasi wartawan media ini. (Yan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*