Jangan Sampai Media Sosial Jadi Pilar Kelima

  • Whatsapp
Oleh : Romlan Pemimpin Redaksi Media Siber KABARBANGKA.COM Kompetensi Wartawan Utama
Oleh : Romlan
Pemimpin Redaksi Media Siber KABARBANGKA.COM
Kompetensi Wartawan Utama

Pers merupakan Pilar Keempat Demokrasi. Keberadaan pers di antara Lembaga Eksekutif, Legislatif, dan Judikatif. Oleh karena itu, peningkatan pemahaman Pancasila dan Konstitusi bagi wartawan itu memang sangatlah penting. Selain untuk mengingatkan kembali Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila yang diperoleh ketika baru masuk ke Sekolah Menengah Pertama di era 90-an, juga untuk mewujudkan demokrasi yang bersih dari berita-berita bohong (hoax), tendensius, provokatif, menghakimi dan bernuansa SARA. Kita semua sadar dan faham, bahwa berita-berita seperti itu dapat memecah belah persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat.

Pers yang terdiri dari media cetak, televisi, radio, dan media siber, wajib tunduk dan patuh kepada Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999, serta seluruh regulasi terkait pers, dan peraturan perundang-undangan lainnya yang berlaku di Indonesia. Namun faktanya, masih banyak insan pers yang terdiri dari wartawan dan pemilik atau pengelola media, yang tidak memahami hukum dan etika jurnalistik. Sehingga dalam keadaan sadar, mereka telah menerbitkan pemberitaan atau informasi yang tidak sesuai dengan fakta peristiwa (hoax), tendensius, provokatif, menghakimi, dan bernuansa SARA.

Muat Lebih

Di antara pesatnya perkembangan teknologi informasi, lahirlah media sosial yang hingga kini belum ada regulasi khusus sebagai payung hukumnya. Hadir dengan berbagai macam jenis dan orientasi, aplikasi media sosial kini tumbuh subur sebagai sarana komunikasi publik. Berbagai informasi beredar di situ. Sayangnya, terkadang informasi yang dibagikan di media sosial itu belum tentu benar sesuai faktanya. Sangat sedikit masyarakat pengguna internet atau media sosial yang mau mengkroschek kebenaran suatu informasi yang beredar tersebut. Jarang sekali ada warganet yang bijak, yang mau Saring Sebelum Sharing. Sehingga sadar atau tidak? Informasi yang belum dipastikan kebenarannya itu sudah kadung tersebar luas di jagat maya. Mirisnya, justru banyak yang lebih yakin dan percaya dengan informasi yang belum pasti kebenarannya itu. Padahal itu berpotensi menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

Peningkatan Pemahaman Pancasila Bagi Wartawan semakin penting. Karena jika Pers gagal menjadi Pilar Keempat Demokarasi, maka tidak menutup kemungkinan media sosial akan jadi Pilar Kelima.

Mengapa demikian? Karena dengan seringnya pers menyajikan berita-berita yang tidak sesuai fakta, tendensius, provokatif, menghakimi dan bernuansa SARA, tentu akan membuat publik tidak percaya lagi kepada produk pers. Jika kondisi seperti itu terus terjadi, dapat dipastikan publik lebih cenderung mencari kebenaran suatu informasi atau peristiwa melalui media sosial. Tentunya kita semua tidak menginginkan hal itu terjadi.

Agar media sosial tidak jadi Pilar Kelima, maka sudah selayaknya insan pers kembali kepada jati dirinya, yaitu sebagai wahana komunikasi massa dan lembaga ekonomi.

Sebagai wahana komunikasi massa, insan pers wajib memahami hukum dan etika jurnalistik. Selalu menyajikan informasi dan fakta peristiwa secara objektif dan berimbang, serta lebih mengedepankan kepentingan umum, bangsa dan Negara, dari pada kepentingan kelompok tertentu atau kepentingan individu.

Sebagai lembaga ekonomi, perusahaan pers tentu harus bisa memberikan kesejahteraan kepada wartawan dan karyawannya. Agar tidak lagi bermunculan wartawan liar yang cuma Nanya-nanya Nego, atau wartawan musiman. Karena fakta membuktikan, rusaknya moral wartawan, kebanyakan berawal dari perusahaan pers yang tidak sehat. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *