Rabu , 26 Juni 2019
Breaking News
Home » HEADLINE » Begini Kronologis Terbakarnya SPBU Kedondong

Begini Kronologis Terbakarnya SPBU Kedondong

  • Kerugian Ditaksir Mencapai Rp 450 Juta

BANGKA BARAT — Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum 24.333.143 di Dusun Kedondong, Desa Tumbak Petar, Kecamatan Jebus, dikabarkan terbakar pada Minggu (09/06/2019) pagi.

Dalam rilis resmi yang diterima redaksi dari Humas Polres Babar, sekira pukul 08.00 WIB, Maulina (29), warga Dusun Kedondong, datang ke SPBU menggunakan motor Suzuki Thunder warna merah, untuk antri mengisi BBM jenis Premium.

Selang beberapa menit setelah mengisi BBM jenis Premium itu, Maulina mendorong motornya. Namun ketika dihidupkan, tiba-tiba muncul percikan api dari bawah tangki motor tersebut.

Melihat timbulnya api dari motor yang dikendarai Maulina, Firmansyah (petugas nozel) berupaya membantu Maulina mendorong motornya agar menjauh. Namun motor itu terjatuh. Api langsung membesar serta menjalar ke Mesin Nozel SPBU tersebut.

Firmansyah kemudian langsung mengambil APAR (alat pemadam api ringan) yang tidak jauh dari Nozel, dan langsung mencoba memadamkan api. Namun kobaran api langsung membesar dan menjalar ketiga kendaraan di sebelahnya.

Kemudian Darma dari Tim Damkar PT. BRS dan Heri langsung membantu mengambil APAR (alat pemadam api ringan) yang lain dan langsung mencoba memadamkan kobaran api tersebut. Sekira pukul 08.14 WIB api berhasil di padamkan.

Kapolres Bangka Barat melalui Kapolsek Jebus AKP M. Saleh, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, kasus tersebut masih dalam penyelidikan Polsek Jebus dan Sat Reskrim Polres Babar.

Sejumlah saksi-saksi yang dimintai keterangan di antaranya Firmansyah (29) dan Tomi (31), keduanya petugas nozel di SPBU tersebut. Kemudian Darma (39) warga Desa Mislak, dan dan Heri (35) warga Simpang Ibul.

Sementara motor yang ikut terbakar di antaranya Suzuki Thunder warna merah yang dikendarai Maulina, Yamaha RX Spesial warna hitam milik Iwan, Yamaha Vega R warna hitam milik Mariadi, dan Suzuki Thunder warna hitam milik Aswin Bastari.

Atas peristiwa tersebut, kerugian ditaksir mencapai Rp 450 juta rupiah. Untuk keperluan penyelidikan, TKP kini dipasang garis polisi. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

error: Content is protected !!