Rabu , 24 Juli 2019
Breaking News
Home » HEADLINE » Ketua ASKONAS: Terbukti Sengaja, Pidana Ancamannya

Ketua ASKONAS: Terbukti Sengaja, Pidana Ancamannya

PANGKALPINANG — Masa pemeliharaan adalah masa waktu pembuktian bahwa hasil pekerjaan benar-benar berkualitas baik.

Apabila ada kerusakan yang ditemukan dalam masa tersebut, penyedia jasa bertanggung jawab untuk memperbaikinya.

Masa pemeliharaan ditentukan dalam syarat-syarat khusus kontrak dan dihitung sejak serah terima pertama hasil pekerjaan (Provisional Hand Over) dan berakhir pada saat serah terima akhir hasil pekerjaan (Final Hand Over).

Acuan aturan diatas ada di Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 dan perubahannya pada pasal 95 ayat 5.

Sementara itu, menurut Ketua ASKONAS (Asosiasi Kontraktor Nasional) Haidar Hamim saat diminta tanggapannya Ia mengatakan, soal masa perawatan, tergantung dari kontrak. Kalau masa perawatan masih berlaku otomatis tanggung jawab kontraktor.

“Jadi selama masa perawatan terjadi insiden ya ada di kontraktor. Kecuali terjadi force majeure seperti bencana gempa, banjir tapi kalau secara teknis bangunan terjadi keretakan atau lainnya tetap di kontraktor,” katanya saat dimintai komentarnya soal robohnya atap ruang rapat Gedung Dinkes Pangkalpinang via ponselnya, Kamis sore (20/06/2019).

Haidar melanjutkan, sebenarnya dalam teknis bangunan konstruksi tersebut umumnya harus pakai sloof atau kolom karena akan menyangga konstruksi rangka baja yang diatasnya.

“Jadi gini ya, soal informasi dugaan tidak memakai tulang. Bangunan kandang ayam saja pakai kerangka atau tulang, ini kan konstruksi untuk menyangga atap harus pakai itu,” katanya setengah berkelakar.

Selain hal tersebut, Haidar juga kembali menyatakan bahwa sloof atau kolom sebagai pijakan atap itu letaknya harus ada di atas pondasi. Dan umumnya dipakai oleh setiap kontraktor.

Kemudian sebagai pelengkap data, dilansir rumahcom disebutkan bahwa kualitas baja ringan juga bisa ditentukan dengan jenis lapisan anti karat atau anti korosi yang digunakan.

Baja ringan dengan lapisan seng umumnya dijual dengan harga murah, tahan terhadap campuran semen, namun tidak tahan terhadap air garam.

Sebaliknya, baja ringan dengan lapisan galvalume lebih tahan terhadap zat-zat korosif namun tidak tahan terhadap semen.

Di sesi akhir wawancara, Haidar juga mengingatkan agar pihak media juga terus menggali sumber informasi soal rencana kerja kontraktor, gambar atau denah bangunan terkait. Karena menurutnya, jika ditemukan potensi penyelewengan ancamannya tidak main-main.

“Kalau sampai berani tidak pakai itu (sloof atau kolom), bisa pidana penjara,” tutup Haidar. (Red/3)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

error: Content is protected !!