Almarhum Susandra Diduga Korban Tabrak Lari, Kolega Dan Sahabatnya Minta Kasus Itu Diusut Tuntas

  • Whatsapp

BANGKA TENGAH — Susandra, S.IP, M.AP, Pelaksana Tugas Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Tengah, diduga menjadi korban tabrak lari di Jalan Raya Desa Kurau Barat, pada Jumat (12/7/2019) sekitar pukul 17.00 WIB kemarin. Atas dugaan tersebut, Susandra menghembuskan nafas terakhirnya.

Muat Lebih

Sejumlah sahabat, kolega, dan rekan kerja almarhum Susandra, meminta pihak kepolisian mencari mobil terduga pelaku tabrak lari tersebut.

“Dilihat dari kronologis pihak kepolisian, diduga teman kami ini terlindas mobil yang melaju dari arah Pangkalpinang, setelah korban terjatuh dahulu dari kendaraannya. Namun mobil itu kemudian kabur dan meninggalkan korban begitu saja. Atas kejadian ini, kami semua minta polisi untuk usut tuntas kasus ini dan pelaku harus kabur itu mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ungkap Yardi, salah seorang kolega korban pada Sabtu (13/07/2019) malam.

Dikatakan Yardi, Susandra di ketahui meninggal dunia ditempat kejadian, setelah terlindas mobil yang melaju dari arah Pangkalpinang menuju Koba, Bangka Tengah.

“Saya minta Polisi untuk mencari pelaku tabrak lari itu sampai dapat. Korban dibiarkan tergeletak begitu saja bersimbah darah di tengah jalan, dan pelakunya harus bertanggung jawab,” ujarnya.

Hal yang sama di ungkapkan Gusti, rekan kerja korban. Ia meminta aparat kepolisian benar-benar serius mencari keberadaan pelaku tabrak lari tersebut.

“Saya yakin dan percaya polisi sudah ada petunjuk, dan bisa menangkap pelaku tabrak lari ini, maka tolong kejar dan amankan, karena berupaya kabur dan membiarkan teman kami setelah tertabrak,” kata Gusti.

Sementara Ketua Komunitas Jurnalis “Belapun” Bangka Tengah yang merupakan bagian dari mitra kerja Humas dan Protokoler Pemkab Bangka Tengah, Tamimi, juga meminta pelaku tabrak lari harus segera ditemukan.

“Berdasarkan olah TKP, pelaku awalnya menabrak mobil yang berhenti mendadak dihadapannya, kemudian terjatuh ke kanan jalan dan kemudian terlindas mobil dari arah berlawanan,” ujarnya.

Tamimi menduga, korban meregang nyawa di jalan raya setelah terlindas, bukan setelah menabrak kendaraan yang berhenti mendadak dihadapannya.

“Sepeda motor yang dikendarai korban Susandra hanya mengalami kerusakan ringan pada bagian depan. Secara logika kecepatan korban melajukan kendaraan tidak terlalu tinggi, dan sempat melakukan pengereman sebelum menabrak,” ujarnya.

Ia mengatakan, besar kemungkinan korban terkejut dan terbanting ke bagian kanan jalan, atau posisi lajur berlawanan arah, serta kemudian tertabrak mobil dari arah berlawanan.

“Kami meyakini korban belum meninggal saat terjatuh dari motornya. Susandra ini diduga meninggal setelah terlindas mobil dari arah berlawanan,” ujarnya. (Yan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *