Dua Bulan, 45 Kasus Penyalahgunaan Narkoba Terungkap

  • Whatsapp

PANGKALPINANG — Kapolda Bangka Belitung melalui Kabid Humas AKBP Maladi menyatakan, dalam waktu dua bulan (periode 1 Mei sampai dengan Juli 2019), Polda Babel dan Polres jajaran sudah mengungkapkan 45 kasus dugaan penyalahgunaan narkotika.

Muat Lebih

“Rinciannya, Direktorat Narkoba Polda Babel 10 kasus, Polres Pangkalpinang 7 kasus, Polres Bangka 9 kasus, Polres Bangka Tengah 4, Polres Bangka Selatan 7 kasus, Polres Bangka Barat 8 kasus, Polres Belitung 2 kasus, Polrs Belitung Timur 1 kasus,” ungkap AKBP Maladi saat Press Release bersama Direktur Direktorat Reserse Narkotika Polda Babel, Kombes Pol Mirzal Alwi, Selasa (09/07/2019) siang.

AKBP Maladi menambahkan, sebenarnya Senpi yang diamankan. Namun senpi tersebut sedang diperiksa di laboratorium forensik Mabes Polri.

Direktur Direktorat Reserse Narkotika Polda Babel, Kombes Pol Mirzal Alwi, pada kesempatan itu menjelaskan, dari 45 kasus penyalahgunaan narkotika yang terungkap, 58 orang ditetapkan tersangka. Di antaranya 52 orang tersangka laki-laki, dan 6 orang tersangka perempuan.

Dari 58 orang tersangka itu, 13 di antaranya berhasil diamankan, dan 45 orang lainnya masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Barang bukti yang diamankan berupa narkoba jenis sabu seberat 206,9 gram, ganja seberat 8,30 gram, extacy 0,51 gram, dan uang tunai Rp 1.04.000.

Kombes Pol Mirzal Alwi mengatakan, tidak semua tersangka dan barang bukti dihadirkan pada Press Release kali ini. Karena beberapa kasus di antaranya sudah ada yang P21, dan sudah dilimpahkan ke kejaksaan, sebagian lagi tersangka masih DPO.

“Kami sekarang tidak lagi mengejar banyaknya jumlah tersangka, tapi kami lebih fokus pada banyaknya jumlah barang bukti. Kami sudah kerjasama dengan instansi terkait, baik BNN, Bea Cukai, dan Lapas untuk mengungkapkan kasus narkoba di Bangka Belitung. Mohon dipahami, memang belum semua kasus narkoba bisa diungkap, namun kami akan berusaha pelan-pelan,” kata Dia.

Kombes Pol Mirzal Alwi melanjutkan, potensi pengguna narkoba saat ini banyak di wilayah Bangka Belitung. Polda Babel sekarang lebih fokus kepada seberapa besar jumlah peredaran narkoba di Babel? Menurutnya, diprediksi peredaran narkoba di wilayah Babel dalam satu minggu, rata-rata sudah mencapai angka kiloan.

“Kalu kita lihat dari jumlah barang bukti dan tersangka, dibandingkan dengan yang kemarin, jumlah tersangka memang lebih sedikit. Namun kalau dilihat dari hasil mapping kita, peredaran narkoba di Bangka Belitung sudah diluar ambang batas normal. Bisa dibayangkan, dalam satu minggu saja narkoba yang beredar bisa kiloan, bisa samapi 4-5 kiloan. Itu terbentang mulai dari Bangka Barat sampai dengan Bangka Selatan. Yang paling rawan itu wilayah Bangka Barat dan Bangka Selatan. Kedepan, itu yang kita akan intensifkan. Kita berusaha mengungkap jaringan-jaringan dari 45 DPO itu,” jelasnya.

Masih kata Kombes Pol Mirzal Alwi, dari jumlah tersangka tersebut, beberapa di antaranya merupakan residivis kasus penyalahgunaan narkotika.

“Ada, yang jelas beberapa tersangka ini ada yang sudah lebih dari satu kali,” ujarnya.

Untuk dipahami bersama, kata Dia, peredaran narkoba di Bangka Belitung cukup besar dalam beberapa bulan terakhir ini, khususnya di seputaran wilayah Pangkalpinang. Barang-barang itu masuk dari wilayah pesisir, yaitu Bangka Barat dan Bangka Selatan.

“Jumlah pengguna (narkoba) di Bangka Belitung dari tahun ke tahun itu bukannya menurun, tapi malah meningkat. Ini yang sedang kita cari masalahnya dimana? Koq sampai setiap tahunnya meningkat? Frequensi penggunanya itu tahun ini mencapai 12.000-an,” terangnya.

Disinggung adakah kaitannya peredaran narkoba dengan tambang illegal? Kombes Pol Mirzal Alwi tak menampik hal tersebut.

“Rata-rata yang kita uangkap itu disitu,” tukasnya. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *