Dua Orang Tewas Saat Memindahkan Ponton TI Apung

  • Whatsapp

BANGKA — Tim Basarnas 110 Kabupaten Bangka, Satuan Pol Airud Polres Bangka, Babinsa, beserta tim relawan Laskar Sekaban, berhasil mengevakuasi dua jasad korban yang meninggal saat memindahkan ponton Tambang Inkonvesional (TI) Apung, di seputaran perairan pantai Takari, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka.

Muat Lebih

Supani, selaku komandan tim Basarnas 110 Bangka, mengaku pihaknya mendapatkan informasi tersebut didapatnya dari awak media.

“Awalnya kita dari Basarnas mendapat informasi tersebut dari awak media. Setelah itu kita lakukan koordinasi dengan Polairud Polres Bangka, Babinsa Kecamatan Merawang, serta relawan Laskar Sekaban. sekira pukul 23 : 00 WIB kita gabungan beberapa tim ini melakukan penyisiran. Nah, tepat pukul 06 : 30 WIB dua korban berhasil kita temukan. Dari hasil pemeriksaan sementara korban tersebut Suyatno (44), warga asal Provinsi Lampung, dan yang satunya Nazar (25), warga Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka,” ungkap Supani, Rabu (3/7/2019) pagi di Rumah Sakit Umum Daerah Depati Bahrin, Sungailiat.

Supani juga menjelaskan tentang kronologis kejadian, yang menewaskan dua orang pekerja tambang saat memindahkan ponton TI Apung tersebut.

“Jadi kronologi kejadiannya, berdasarkan informasi dari Babinsa Kecamatan Merawang, saat melakukan pemindahan ponton itu ada lima pekerja disana. Dalam perjalanan menuju lokasi penambangan yang dimaksud ada sedikit kendala, yakni cuaca buruk. Karena tidak memungkinkan untuk dilakukan perjalanan, TI ponton lego jangkar. Selanjutnya kelima orang itu berenang ke bibir pantai. Saat itulah mereka dihantam gelombang, hingga menewaskan dua orang pekerja, sedangkan tiga orang lainnya selamat,” jelasnya.

Polres Bangka Lakukan Penyelidikan

Senada, Kapolres Bangka AKBP M. Budi Ariyanto melalui Kepala Satuan Polisi Perairan dan Udara, AKP Elpidi mengatakan, dari pihak kepolisian terkait peristiwa akan melakukan penyelidikan, berdasarkan pengumpulan bahan dan keterangan.

“Kita dari pihak kepolisian dalam hal ini Polres Bangka, terkait peristiwa tersebut akan melakukan penyelidikan, berdasarkan bahan dan keterangan yang berhasil kita kumpul. Seperti siapa yang memerintahkan mereka memindahkan ponton itu?” kata Elpiadi.

Sejauh ini, kata Elpiadi, pihaknya belum bisa memastikan apakah status TI tersebut ilegal atau tidak?

“Terkait apakah ponton itu ilegal atau tidak? Kita belum bisa menyimpulkan. Karena berdasarkan informasi, mereka tidak sedang bekerja, dan siapa pemilik ponton masih proses tindak lanjut? Namun hanya melakukan pemindahan ponton ke tempat tujuan. Karena ombak besar, ponton lego jangkar. Sedangkan lima orang pekerja berniat ingin ke tepi pantai, saat itulah dua korban meninggal dunia akibat terjangan ombak,” kata Dia.

Ia juga mengatakan, bahwa untuk penyelidikan lebih lanjut kasus tersebut masih ditangani oleh Polres Bangka.

“Unsur pidana berdasarkan tim medis tidak ditemukan tanda – tanda kekerasan pada jasad korban, dan kasus tersebut masih ditangani oleh Polres Bangka. (Sho/Mg)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *