Rabu , 24 Juli 2019
Breaking News
Home » HEADLINE » Warga Mengeluh, Jalan Ini Tak Kunjung Diperbaiki

Warga Mengeluh, Jalan Ini Tak Kunjung Diperbaiki

BANGKA TENGAH — Akses jalan yang menuju Dusun Sadap, Desa Perlang, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, yang mengalami kerusakan cukup parah akibat diterjang banjir akhir tahun lalu. Warga setempat mengeluh, lantaran sampai saat ini jalan itu belum ada perbaikan.

Terlihat jalan rusak tersebut tampak masih dalam Kondisi berlubang dengan diameter yang cukup besar, sehingga bisa menyebabkan kecelakaan penguna jalan. Lubang cukup besar tersebut hanya dipasang pagar papan sebagai tanda peringatan, agar para pengendara tidak melewati jalan tersebut.

“Jalan ini rusak akibat banjir akhir tahun lalu. Ada dua titik jalan yang rusak, yang satunya sudah diperbaiki, tapi jalan yang ini belum diperbaiki sampai sekarang,” tutur Wan, pengendara yang melintas di jalan tersebut¬† pada Rabu (10/07/2019) kemarin.

Wan berharap Dinas Pekerjaan Umum Bangka Tengah segera memperbaiki jalan yang rusak dan berlubang tersebut, karena jalan tersebut akses utama menuju Dusun Sadap dan kawasan wisata air terjun.

“Berharap Dinas PU untuk segera memperbaiki jalan ini. Kalau dibiarkan dan tidak diperbaiki dapat membahayakan penguna jalan. Apalagi malam hari jalan ini sangat gelap, dikhawatirkan ada korban pengendara yang lewat jalan ini,” tuturnya.

Sementara itu Kepada Dinas Pekerjaan Umum Bangka Tengah, Hasan Basri mengatakan, kerusakan jalan tersebut akan dibangun tahun anggaran 2020 mendatang, melalui dana APBD Bangka Tengah.

“Sudah kami usulkan, akan dibangun jembatan tahun 2020, yang dibawahnya kita pasang gorong-gorong baru, karena gorong-gorong yang sekarang ini ada yang sudah roboh, sehingga menyebabkan jalan itu menjadi berlubang,” tutur Hasan Basri.

Untuk sementara, kata Dia, guna mengantisipasi terjadinya kerusakan yang lebih parah dan kecelakaan akibat rusaknya jalan tersebut, pihaknya akan segera melakukan proses pengurungan jembatan tersebut.

“Untuk sementara akan kita lakukan pengurugan, sebagai peringatan jalan itu agar tidak dilewati kendaraan, dan kita juga memasang tanda-tanda lalulintas dijalan itu. Karena jalannya tidak bisa ditimbun tanah, sebab dibawah jalan itu ada gorong-gorong aliran air, dan itu pembangunannya nanti harus diroboh dan dibuat jembatan baru,” pungkasnya. (Yan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

error: Content is protected !!