Rabu , 24 Juli 2019
Breaking News
Home » HEADLINE » Yudi Akui, Paket Dua Jembatan Ini Sempat Gagal Lelang

Yudi Akui, Paket Dua Jembatan Ini Sempat Gagal Lelang

BANGKA — Kepala Unit Pengadaan Dan Lelang Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka, Yudi, tak menampik informasi yang beredar, bahwa lelang paket kegiatan Pembangunan Jembatan Permanen Bantam di Kelurahan Bukit Ketok, dan Pembangunan Jembatan di Bukit Tulang di Desa Riding Panjang, Kecamatan Belinyu, sempat gagal lelang.

Dikonfirmasi via ponselnya pada Jum’at (12/07/2019) malam, Yudi mengatakan, saat lelang pertama tidak ada perusahaan penyedia jasa yang memenuhi persyaratan, sehingga tidak satupun dari peserta yang ditetapkan sebagai pemenang oleh Pokja atau panitia lelang. Lelang pertama memang gagal!

Namun ketika ditender ulang, ternyata ada perusahaan yang memasukkan penawaran dan memenuhi syarat, lalu ditetapkan pemenang oleh panitia lelang atau Pokja Lelang.

“Lelang pertama itu memang gagal. Tapi setelah dibuka lelang kedua, artinya ditender ulang, barulah ada pemenangnya. Tapi Saya agak lupa siapa pemenangnya? Yang tahu itu Pokja,” ungkapnya.

Masih kata Yudi, proses penetapan pemenang tender itu kewenangan dari Pokja, bukan ULP. Kewenangan ULP hanya mengakomodir dan memfasilitasi lelang paket dari dinas, lalu diserahkan kepada Pokja atau Panitia Lelang untuk dilakukan tender. Syarat administrasi maupun syarat teknis ditentukan oleh Pokja Lelang, begitupun dengan pemenangnya.

“Kami di ULP itu hanya mengakomodir dan memfasilitasi paket kegiatan dari dinas yang akan dilakukan tender. Pelaksana tendernya ada di Pokja. Merekalah yang menentukan semua persyaratan yang harus dipenuhi oleh peserta lelang, dan mereka juga yang menentukan pemenangnya. Kami tidak ikut campur atau intervensi,” kata Dia.

Yudi menambahkan, proses tender paket kegiatan pembangunan kedua jembatan itu bisa dilihat di website LPSE Kabupaten Bangka.

“Kini semuanya sudah sistem online, mana berani kami main-main. Untuk proses dan syarat lelangnya bisa dilihat di LPSE Kabupaten Bangka,” tukasnya.

Hal senada disampaikan Penjabat Sekda Bangka, H. Akhmad Mukhsin. Menurutnya, peserta yang ditetapkan sebagai pemenang oleh Pokja Lelang, berarti perusahaan itu sudah memenuhi syarat administrasi dan syarat teknis yang ditetapkan oleh panitia lelang sesuai aturan yang berlaku.

Dia melanjutkan, penetapan pemenang tender suatu paket kegiatan itu melalui proses panjang. Perusahaan yang sudah mendaftar untuk ikut tender, wajib memenuhi persyaratan lelang sesuai aturan yang berlaku. Secara teknis, persyaratan dimaksud ditetapkan oleh Pokja atau panitia lelang.

“Artinya perusahaan yang menang itu sudah mengikuti proses dan memenuhi syarat, baru ditetapkan pemenang. Memang begitu prosesnya,” tegasnya. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

error: Content is protected !!