Dampak Jembatan Sumsel – Babel, Erzaldi: Muntok Tak Perlu Takut

  • Whatsapp
Gubernur Provinsi Babel, Erzaldi Rosman usai menghadiri Haul Ziarah Makam Benteng Kute Seribu, Muntok ( Foto: Alif )

BANGKA BARAT – Rencana pembangunan jembatan penghubung antara Palembang, Provinsi Sumatera Selatan ( Sumsel ) dengan Provinsi Bangka Belitung ( Babel ) menimbulkan kekhawatiran beberapa pihak.

Dasar kekhawatiran tersebut, dengan adanya jembatan penghubung Sumatera Selatan dengan Provinsi Babel, lebih tepatnya menghubungkan Pulau Bangka dari Desa Permis, Kabupaten Bangka Selatan, dengan Selapan, Palembang, pendistribusian barang dari Palembang ke Babel tidak lagi melewati pelabuhan Tanjung Kalian di kota Muntok.

Hal itu akan berdampak negatif bagi perputaran roda ekonomi di Bangka Barat, khususnya di kota Muntok.

Kekhawatiran itu dijawab Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman saat menghadiri acara Ziarah Benteng Kute Seribu di Muntok, Rabu ( 14/8/2019 ).

Menurutnya, selama bisa bersaing, masyarakat kota Muntok tidak perlu takut, apalagi di Muntok akan dibangun Pelabuhan Tanjung Ular dan akan dijadikan kawasan industri.

” Nggak dong, jangan kuatir begitu, yang pasti imbasnya untuk Bangka Belitung itu positif, negatif ada tetapi kita minimize-kan. Kalau imbas terhadap Muntok, selama kita dapat bersaing kenapa mesti takut, ada Pelabuhan Tanjung Ular, ada kawasan industri,” cetus Erzaldi.

Erzaldi mengatakan, realisasi pembangunan jembatan penghubung masih membutuhkan beberapa proses, namun dirinya menginginkan rencana tersebut segera terwujud.

Orang nomor satu Babel ini melanjutkan, tidak hanya pembangunan jembatan penghubung saja yang diajukan ke Pemerintah Pusat, tapi juga beberapa hal lain seperti pembangunan Pelabuhan Tanjung Ular, pengembangan Pelabuhan Pangkal Balam, pengembangan kawasan industri di Muntok, Kabupaten Bangka Barat, di Sadai Kabupaten Bangka Selatan, termasuk di Belitung dan Pangkalpinang.

” Itu beberapa hal selain memfollow up KEK ( Kawasan Ekonomi Khusus ) kita yang kemaren, jadi sekarang sudah masuk ke RPJMN ( Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional ) Insya Allah tahun depan ada realisasi,” ucapnya.

” Ada lagi tambahan, kita akan mengajukan trans Bangka Belitung. Ini adalah membangun jalan agar menghubungkan antara kawasan – kawasan industri ataupun kawasan – kawasan pariwisata dengan pusat – pusat ekonomi lainnya,” tambahnya. ( SK )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *