Kios Pertamini Resmi Terdaftar, Dijamin Aman Oleh Produsen 

  • Whatsapp

PANGKALPINANG — Keberadaan kios pengecer bensin dengan label PERTAMINI yang makin menjamur, disinyalir menerbitkan pertanyaan bagi para pengguna jasa, apalagi kalau bukan soal keamanan, Jumat (23/08/2019).

Kemudian, perlu digarisbawahi untuk animo masyarakat menjalankan ‘bisnis rumahan’ tadi cukup antusias, walau bagi para pengguna jasa mesin dispenser pertamini, kadang bertanya soal faktor keamanan mesin tadi. Kebanyakan dari warga, diketahui menjual BBM dengan jenis Pertalite.

Terkait hal ini, media melakukan konfirmasi pada SR regional Bangka Belitung, Agung Wibowo yang di kesempatan tadi, pihaknya turut menyatakan bahwa terhitung sekarang dirinya sudah pindah tugas ke Pekanbaru, tapi Ia tetap mengklarifikasi keberadaan mesin dispenser pertamini.

“Sebenarnya saya sudah pindah ke Pekanbaru, kalau pertamini sebenarnya tidak ada afiliasinya dengan Pertamina, statusnya sama saja dengan pengecer-pengecer botolan yang di pinggir jalan, namun agar menarik konsumen mereka pakai peralatan mirip dispenser SPBU,” kata SR Pertamina regional Pekanbaru, Agung Wibowo saat dikonfirmasi wartawan.

Agung Wibowo menambahkan, untuk hal perizinan soal mesin dispenser Pertamini, menurut dia yang lebih berhak menyatakan hal tersebut ada di pihak Pemda atau Pemkot setempat.

“Karena pertamini sama sekali tidak ada hubungannya sama Pertamina, jadi kami tidak tahu apakah mereka punya izin apa tidak. Dan yang berhak menertibkan juga bukan dari pertamina,” urai dia.

Terpisah, seorang warga kawasan Bukit Baru, Dewa mengatakan dirinya juga tak menampik sebagai pengguna jasa pengecer pertamini, disebabkan jam operasional SPBU resmi milik Pertamina yang disebutkan terbatas. Lainnya adalah, penuhnya antrian SPBU oleh kendaraan yang diduga sedang ngerit BBM.

“Kalau kita lagi keluar malam, kan ketolong juga bro dengan adanya pengecer tadi, soal harga masih wajarlah untuk isi 10 sampai 20 liter,” ujarnya.

Sementara itu, menurut  Kepala DPMPTSPNAKER Pemkot Pangkalpinang, Suhartini, MS, SH,MM saat dikonfirmasi menyoal status perizinan pertamini, pihaknya menjelaskan justru jenis usaha pertamini ini memiliki perizinan dari mulai TDP dan SIUP.

“Kalau mengurus izin SIUP dan TDP kan free alias gratis, kalau IMB, Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA), Izin Trayek baru ada biayanya. Jadi soal pertamini terdaftar,” kata dia lewat sambungan telepon.

Ketika disinggung soal faktor keamanan mesin dispenser tadi, Suhartini mengamini bahwa hal tersebut akan jadi perhatian pihaknya. “Iya keamanannya ya pak,” imbuh dia.

Disaat yang sama, sumber kami seorang pengusaha produsen mesin dispenser pertamini yang berlokasi di Provinsi Jawa Barat mengatakan, pihaknya sepanjang tujuh tahun belakangan ini, tidak pernah menerima pengaduan ataupun keluhan soal keamanan mesin tadi, paling-paling keluhan hanya soal keypad di mesin dispenser. Bahkan baru-baru ini, ada pesanan lebih kurang 20 unit dari Bekasi untuk dibawa ke Provinsi Bangka Belitung.

“Alhamdulillah, soal keamanan, ya aman pak, kalau sertifikasi memang belum, tapi keluhan lainnya tidak ada, karena dari kami juga mementingkan faktor keamanan tadi, seperti tawaran untuk memakai mesin dispenser dengan tangki tanam, tapi kan kadang konsumen inginnya yang portabel,” kata sumber yang berpesan agar namanya tidak dipublikasikan. (Red/3)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *