Masih Sengketa, Lahan Ini Dipasang Pagar Panel Sepihak

  • Whatsapp

PANGKALPINANG — Kisruh sengketa lahan yang menghadapkan pihak ahli waris BRI dan JS diprediksi akan kembali memanjangkan tali kelambu alias berefek panjang, Rabu 21/08/2019.

Pasalnya, berdasarkan keterangan beberapa ahli waris lahan BRI, salah satunya Ferry, Ia mengatakan bahwa di hari Senin kemarin (19/08) pihaknya cukup terbelalak kaget. Ketika tahu bahwa lahan sengketa tadi, sudah dipagar dengan panel yang mereka duga dilakukan oleh JS.

“Iya infonya sudah dikasih pagar, tapi biarlah kami tidak akan bereaksi, toh proses lahan sengketa ini sudah dilaporkan di Polda Babel,” ucap Ferry di kediaman ahli waris lainnya, Selasa malam (20/08).

Perlu diketahui oleh pembaca, bahwa silang sengkarut lahan berujung pelaporan ke Polda Babel oleh ahli waris lahan BRI ini, bermula dari terbitnya sertipikat Hak Guna Pakai bernomor 00054 milik JS.

“Seharusnya, kalau diduga dia (JS) yang melakukan pemagaran, tidak bisa seenaknya memasang panel tadi, apalagi sampai menghalangi jalan masuk kearah lahan ahli waris, apalagi sekarang timbul keanehan berikutnya soal adanya klaim baru dari oknum lain masih di lahan yang sama,” tukas Daeng Sahar.

Sementara itu, sertipikat seluas 7002 m² yang terbit di bulan September 2018 dan dikeluarkan oleh Kantah ATR BPN Pangkalpinang, lanjut Daeng Sahar, saat itu langsung memicu protes keras dari ahli waris lahan BRI yang menilai lahan milik mereka dirugikan dengan terbitnya sertipikat tadi, apalagi mereka sudah lebih dulu melakukan pengukuran peta GS di tahun 2016, dan membayar sejumlah 4 jutaan waktu itu.

“Yang kita inginkan ada penyelesaian sengketa ini, kalau bisa sertipikat itu dicabut karena cacat administrasi, bukan sekedar menghadirkan adanya tersangka atau pesakitan dalam pelaporan ke Polda Babel,” cetus Kuasa Pengurusan lahan BRI, Daeng Sahar. (Red/3)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *