Bikin Surat Tanah Tidak Ada Biaya Apapun Alias Gratis

  • Whatsapp
Kabag Pemerintahan Pemkab Bangka Barat, M. Herli. ( Foto: SK/kabarbangka )

BANGKA BARAT РKabag Bagian  Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Barat, M. Herli menegaskan, pembuatan surat tanah tidak dikenakan biaya apapun, alias gratis. Hal itu dia katakan saat ditemui awak media di Ruang Rapat OR 1, Kantor Bupati Bangka Barat, Rabu ( 4/9/2019 ) sore.

” Surat Tanah setahu saya tidak ada tarif, kecuali masyarakat yang minta bantuan untuk ngukur tanah di lapangan, petugas pengukur tanah. Kalau soal berapa besarnya tidak ada. Kebiasaan kita mungkin dari masyarakat ada ucapan terima kasih uang rokok untuk pengukuran, ya,” ujar M. Herli.

Dia mengaku belum pernah mendengar atau bertemu kasus ada oknum dari kelurahan maupun kecamatan yang menawarkan jasa untuk menyelesaikan surat tanah warga dengan tarif tertentu. Namun mantan Camat Muntok ini menandaskan, mengurus surat tanah di kelurahan dan kecamatan tidak dikenakan biaya.

” Kalau untuk kami dari kelurahan sampai kecamatan, ketika saya jadi camat, saya larang membebani atau memungut biaya untuk pengurus surat tanah. Tapi kalau lewat biro jasa untuk ngurus ke kecamatan kan, kita nggak tahu juga. Surat tanah itu gratis nggak ada tarif, termasuk juga kegiatan administrasi, tanda tangan camat juga gratis,” cetusnya.

Dia juga mengaku, selama menjabat sebagai Camat Muntok selama beberapa bulan, belum pernah menerima aduan keberatan dari masyarakat yang mengeluhkan terkena biaya membuat surat tanah.

Bagi masyarakat yang dipungut biaya saat mengurus surat tanah, Herli mengatakan boleh melakukan pengaduan ke kecamatan.

” Misal mereka mengatasnamakan siapa boleh mengadu ke camat dulu, nanti kita verifikasi ke lapangan kita panggil petugas atau oknum kelurahan atau petugas kami di kecamatan boleh kita panggil itu untuk ditanya kebenarannya, kita panggil kedua belah pihak, jadi penangannya bukan hanya sepihak,” jelas dia.

Kecuali dalam program PTSL ( Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap ), Herli mengatakan memang ada biaya pembuatan patok sebesar Rp. 350 ribu.

” Tarif patok kalau BPN tarif yang PTSL Rp. 350. Itu sudah termasuk biaya administrasi, biaya pemasangan patok, pembuatan patok, termasuk biaya transport untuk petugas sampai sertifikat jadi,” ungkapnya.

” Dari saya selaku Kabag Pemerintahan, tapi memang sebenarnya bukan kapasitas saya untuk menyampaikan itu, tapi boleh lah sedikit, untuk pengurus surat tanah dari desa, kelurahan sampai ke kecamatan, mohon kepada rekan – rekan di desa, kelurahan, kecamatan, untuk jangan membebani warga kita yang ngurus surat tanah jangan dikenakan biaya,” himbau Herli. ( SK )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *