Tiga Hari Pencarian, Jasad Gugum Ditemukan

  • Whatsapp

BANGKA TENGAH — Tambang timah ilegal di Lubuk Besar kembali menelan korban jiwa. Kali ini seorang operator alat berat jenis Escavator atau lazim disebut PC, Gugum (25), tewas tertimbun longsoran tanah bersama alat berat yang dioperasikannya.

Gugum, warga Trans, Bangka Selatan, bekerja di tambang timah ilegal milik Ag, warga Lubuk Besar. Kejadian naas itu terjadi di lokasi Kayu Ara 10 Desa Perlang, Kecamatan Lubuk Besar, Kamis (12/09/2019) lalu.

Setelah dilakukan pencarian selama tiga hari, akhirnya tim gabungan yang terdiri dari Basarnaz Babel, BPBD Babel, Kepolisian, Satpol PP Bangka Tengah dan dibantu masyarakat setempat, berhasil menemukan jenazah Gugum pada Minggu (15/09/2019) sekira pukul 15:55 WIB.

“Kita lakukan pencarian selama tiga hari ini. Tim yang dibantu oleh masyarakat melakukan penyusuran dan penyelaman. Alhamdulillah, pukul 15:55 WIB, timbul sendiri kepermukaan, dan langsung kita evakuasi dibawa ke Puskesmas,” ujar Supani, Ketua Tim Basarnas Babel, Sabtu (14/09/2019) kemarin.

Sementara itu dari keterangan yang didapatkan di lapangan, Gugum merupakan operator alat berat, saat itu sedang melintasi gundukan tanah yang berdampingan dengan kolong milik PT. Wali Tampas. Namun tiba-tiba tanah gundukan tersebut langsung longsor ke dalam kolong bersama dengan satu unit Escavator yang dioperasikanya.

“Saat itu korban melintasi gundukan tanah pake alat berat (PC), tapi tiba-tiba tanahnya langsung longsor dan masuk kedalam kolong. Korban sempat loncat dari dalam kemudi dan berusaha menyelamatkan diri, tapi karna tertimpa longsoran tanah, akhirnya terseret ke dalam kolong,” ujar salah seorang saksi yang enggan di sebut namanya.

Dilanjutnya, lahan tambang ini luasnya kurang lebih 1 hektar milik Ag yang dibeli dari Win, warga Desa Perlang, dengan harga puluhan juta rupiah.

“Lahan tambang ini dibeli Ag, tapi masih masuk kawasan eks tambang PT. Kobatin. Kalau tambangnya sudah beroperasi sebulan lebih, bahkan ditambang ini juga ada Empat PC yang beroperasi. Namun pas kejadian laka tambang, yang tiganya disembunyikan karena tambang ini ilegal,” tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan, Ag dan pihak terkait masih diupayakan konfirmasinya. (Yan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *