Andri : Dugaan Korupsi SPPD Fiktif Masih Di Dalami

  • Whatsapp

BANGKA — Intelijen Kejaksaan Negeri Bangka masih terus mendalami dugaan korupsi anggaran Surat Perintah Perjalanan Dinas atau SPPD, anggota DPRD Bangka yang diduga fiktif.

Demikian dikatakan Kepala Kejaksaan Negeri Bangka, melalui Kepala Seksi Intelijen, Andri, di ruang kerjanya pada Selasa (22/10/2019) siang.

“Kalau yang SPPD Fiktif dewan itu, sampai saat ini masih kami dalami,” ungkapnya.

Lebih lanjut Andri menjelaskan, pihaknya sedang mencocokkan alat bukti yang menjadi temuan BPK, dengan laporan masyarakat.

“Terkait temuan BPK itu, kita sedang mencocokkan alat buktinya. Karena kalau SPPD itu kan mudah, tinggal di cek aja di Manifest Penumpang. Kalau tidak ada namanya, berarti kam tidak berangkat. Nah, itu yang jadi temuan BPK sebagai kelebihan pembayaran. Lalu direkomendasikan oleh BPK untuk dilakukan pengembalian,” bebernya.

Masih kata Andri, pihak Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bangka sudah memberikan fotocopy bukti-bukti pengembalian kelebihan bayar yang direkomendasikan oleh BPK. Namun beberapa di antaranya, ada yang datanya tidak terbaca.

“Karena berkas fotocopy itu datanya tidak terbaca, jadi kami minta juga data aslinya,” kata dia.

Andri pun memastikan, kasus dugaan korupsi SPPD Fiktif di Sekretariat DPRD Bangka itu akan terus berlanjut. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *