Berkas Perkara Ini Sudah Di JPU

  • Whatsapp

PANGKALPINANG — Direktur Polisi Perairan Dan Udara Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung, melalui Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum, Kompol Wahyudi Rahman, mengatakan berkas perkara dugaan ilegal oil yang melibatkan sejumlah perusahaan yang bergerak disektor jual beli bahan bakar minyak jenis solar, sudah diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum.

Demikian disampaikan Kasubdit Gakkum Polairud, Kompol Wahyudi Rahman, saat konfirmasi terkait perkembangan penanganan kasus limpahan dari Bakamla RI beberapa waktu lalu.

“Berkas sudah di JPU mas,” kata dia, Rabu (09/10/2019) siang.

Terpisah, Kepala Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung, melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum, Roy Arland, membenarkan kabar tersebut.

Berkas Perkara Sedang Diteliti

“Iya, berkasnya sedang diteliti oleh jaksanya,” ungkap Roy Arland di Gedung Kantor Kejati Babel, pada Rabu siang.

Menurut Roy Arland, jaksa punya waktu 14 hari untuk meneliti berkas perkara yang dikirim penyidik. Jika sudah lengkap, akan dinyatakan P21.

Namun jika belum lengkap, berkas perkara akan dikembalikan kepada penyidik, disertai dengan petunjuk yang harus dilengkapi penyidik.

“Jaksa punya waktu 14 hari untuk meneliti berkas perkara. Kalau sudah lengkap dinyatakan P21. Kalau belum lengkap akan dikembalikan ke penyidik, disertai dengan petunjuk dari jaksa,” bebernya.

Perkara Pelimpahan Dari Bakamla RI

Dikabarkan sebelumnya, Kepala Badan Keamanan Laut Republik Indonesia, melalui Sekretaris Utama Laksmana Muda S. Iriawan, MM, menggelar Press Realese terkait penangkapan satu unit Kapal Isap Produksi (KIP) Harapan Selamat, dan empat kapal milik pengusahan minyak masing-masing SPOB Rezki Ifah, SPOB Tisya 9, MT Anugerah Dewi 15 dan MT Bima Andalan, yang ditangkap Kapal Patroli KN Bintang Laut – 401 milik Bakamla di perairan laut Belinyu, Bangka Belitung, belum lama ini.

Press realese yang digelar di Pelabuhan Umum Belinyu, Jum’at (23/08/2019 siang, dihadiri Waka Polda Babel, Kombes Pol Slamet Hadi Supraptoyo, Direktur Polisi Perairan Dan Udara Polda Babel, Kombes Pol Mochamad Zainul, SIK. MH, sejumlah pejabat Bakamla, dan pihak terkait lainnya.

Sekretaris Utama Badan Keamanan Laut RI, Laksmana Muda S. Iriawan, MM menyatakan, kelima kapal tersebut diamankan pada hari Minggu tanggal 18 Agustus 2019 (informasi sebelumnya, Senin 19 Agustus), diperairan laut Belinyu, Bangka Belitung. Pihaknya sudah melakukan penyidikan awal, kemudian menyerahkan penanganan selanjutnya kepada Polda Bangka Belitung.

“Tertangkap pada tanggal 18 Agustus 2019, hari Minggu, sehari setelah hari kemerdekaan. Jadi initinya kita menangkap lima kapal. Yang pertama adalah kapal timah, yang empat adalah kapal BBM, yang diduga melakukan kegiatan illegal di perairan Bangka Belitung ini. Adapun kesalahan-kesalahannya, yang pertama mengenai SIUP, kedua transfer BBM di tengah laut. Kemudian kualitas minyak, kalau dilihat tidak sesuai dengan (minyak dari) Pertamina. Kemudian perizinan kapal sendiri tidak terdaftar di Pertamina, dan pertambangan tanpa izin,” ungkap Laksda S. Iriawan.

Pada kesempatan itu, Waka Polda Babel Kombes Pol Slamet Hadi Supraptoyo, memastikan bakal menindak-lanjuti kasus lima kapal tangkapan Kapal Patroli Bakamla RI di perairan Babel tersebut.

“Kita akan melakukan proses penyidikan sesuai undang-undang yang berlaku. Tentunya perkembangannya nanti akan kita sampaikan pada kalian,” kata Dia. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *