Dianggap Tak Kooperatif, Tersangka SW Dijemput Paksa

  • Whatsapp

PANGKALPINANG — SW, mantan Kadis ESDM Provinsi Babel, tersangka perkara korupsi Proyek Penerangan Jalan Umum Solar Cell di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur, berhasil ditangkap oleh tim gabungan Kejati Babel bersama Intelijen Kejagung RI, pada Senin (07/10/2019) kemarin.

Tersangka SW ditangkap tim gabungan, saat berada di sebuah rumah makan di kawasan Cisarua, Bogor, Jawa Barat, sekira pukul 21.00 WIB.

Muat Lebih

Tersangka kasus korupsi PJU yang sebelumnya sempat dirawat di Rumah Sakit Jantung, Jakarta ini, diduga tidak Koorperatif saat akan dilakukan pemanggilan. SW diduga mangkir, hingga akhirnya harus dijemput paksa oleh penyidik.

Untuk kepentingan penyidikan, tersangka SW kemudian diterbangkan dari Jakarta ke Pangkalpinang, Selasa (8/10/2019), dengan menggunakan pesawat Sriwijaya Air pada pukul 06.10WIB, dan tiba di Bandara Depati Amir, sekitar pukul 07.30 WIB.

Setibanya di Bandara Depati Amir Pangkalpinang, dengan pengawalan cukup ketat dan tangan di borgol, tersangka SW langsung digiring ke Kantor Kejati Babel, dengan mengunakan mobil tahanan Pidsus. Tampak di antara penyidik, ada Kajati Babel Aditya Warman, Aspidsus Edi Ermawan dan Kasidik Himawan.

Kajati Babel Aditya Warman, kepada wartawan mengatakan, penangkapan terhadap tersangka SW pihak Kejati Babel bekerjasama dengan Bidang Intelijen Kejaksaan Agung RI.

” Kami sudah mengatahui posisinya (SW. Setelah mengetahi posisinya, kami bekerjasama dengan bidang Intelijen Kejagung RI, dengan penyidik Kejati Babel membuntuti tersangka dari pagi. Artinya muter- muter sampai dia ke Rawaraci, Jakarta, Bandung, Cisarua. Pas malam, kita ambil saat berada di rumah makan,” ungkap Kajati Babel di Bandara Depati Amir, Pangkalpinang, Selasa pagi.

Dijelaskan Aditia Warman, tersangka SW telah diberikan kesempatan untuk berobat, dengan tujuan penanganan perkara dapat mengedepankan etika dan moral.

” Kita berikan kesempatan berobat. Kita sudah mengedepankan etika dan moral di kepala kita. Namun sudah diberikan kesempatan berobat, tidak Koorperatif, maka kita lakukan tindakan,” tegas Aditya Warman.

SW merupakan tersangka ketiga yang ditangkap dalam perkara dugaan korupsi proyek PJU Solar Cell. Dimana sebelumnya penyidik bersama dengan Intelijen Kejati Babel juga telah menangkap Can selaku pelaksana proyek, dan Hif, Direktur Utama PT Nicko Pratama Mandiri.

Dalam kasus PJU Solar Cell di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur, Kejati Babel telah memperkirakan adanya kerugian negara sebesar Rp2,9 miliar atau total lost.

Sementara saat ditanya apakah akan ada tambahan tersangka baru? Kajati Babel dengan tegas mengungkapkan untuk saat ini baru tiga tersangka yang ditangkap.

” Belum ada tersangka baru, baru tiga tersangka yang diamankan,” tutupnya. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *