Diduga Hamili Keponakan, Bujang Dituntut 7 Tahun Penjara

  • Whatsapp
Gambar Ilustrasi

BANGKA — Jaksa Penuntut Umum dari Cabang Kejaksaan Negeri Bangka di Belinyu, menuntut terdakwa Albani alias Bujang, warga Belinyu, dengan hukuman penjara selama tujuh tahun, dikurangi selama terdakwa menjalani masa penahanan. Hukuman itu masih ditambah denda sebesar 800 juta rupiah subsidair 3 bulan penjara.

Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Bangka di Belinyu sekaligus bertindak sebagai Jaksa Penuntut Umum pada perkara tersebut, Dede M. Yasin, mengatakan dalam dakwaan primair JPU yakin terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur, sebagaimana diatur dalam Pasal 82 Ayat (1) dan Ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang, Juncto Pasal 76E Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

“Untuk terdakwa Albani sidangnya hari Senin lalu, tuntutannya 7 tahun penjara, denda 800 juta rupiah subsidair 3 bulan penjara,” ungkap Dede M. Yasin via ponselnya, Kamis (03/10/2019) siang.

Dikabarkan sebelumnya, bahwa Albani alias Bujang diduga menghamili Ln, keponakannya yang masih dibawah umur. Pihak keluarga korban lalu melaporkan kejadian pencabulan itu ke polisi, hingga perkara itu berujung di meja hijau Pengadilan Negeri Sungailiat. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *