Sudah Tiga Bulan Lebih, Remaja Ini Hanya Bisa Berbaring Lemah

  • Whatsapp

PANGKALPINANG — Sop alias Rif (18), hanya bisa berbaring lemah. Ramaja warga Kecamatan Toboali, Bangka Selatan itu terlibat kecelakaan, pada tanggal 11 Juli 2019 tengah malam. Akibatnya, dia mengalami patah tulang dan luka-luka.

Kepada sejumlah wartawan, Sop mengaku tidak ingat persis seperti apa kejadiannya? Dia juga tidak mengaku tidak tahu, dengan siapa motornya bertabrakan?

Dia hanya ingat, pada tanggal 11 Juli 2019 sekira pukul 22.00 WIB, dia berangkat dari Toboali hendak menuju Pangkalpinang, dengan mengendarai motor Honda Scoopy. Tujuan ke Pangkalpinang hendak membantu bapaknya jualan ikan di pasar.

Tiba di TKP di Desa Penyak, Kecamatan Koba, Bangka Tengah, motor Honda Soopy yang dikendarainya bertabrakan dengan mobil jenis sedan.

Setelah kejadian, Sop mengakuĀ tidak sadarkan diri. Dia baru sadar sudah berada di RSUD Bangka Tengah.

“Aku tidak ingat lagi bagaimana kejadiannya. Cuma aku dari Toboali itu sekitar jam 10 (pukul 22.00 WIB) malam,” ungkap Sop kepada semumlah wartawan di rumah kontrakan ayahnya di kawasan pelabuhan Pangkal Balam, pada Minggu (20/10/2019) petang, di dampingi ayahnya, Sul Supli (40).

Diakui SopĀ  personil Satuan Lalu Lintas Polres Bangka Tengah pernah datang ke rumah ibunya di Toboali, bermaksud mau minta keterangan darinya, tetapi batal karena dirinya saat itu sedang tidur.

“Pernah ada polisi datang mau minta keterangan, tapi waktu itu aku sedang tidur,” kata dia.

Sop juga mengakui dirinya terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, tetapi tidak bisa digunakan untuk pengobatan luka-luka akibat kecelakaan tersebut. Sop juga mengaku tidak punya Asuransi lainnya.

Selain itu, Sop juga mengakui dirinya tidak memiliki Surat Izian Mengemudi atau SIM.

Ayah Sop, Sup menambahkan, Sop mengalami patah tulang kaki kanan, patah tulang belakang atau tulang ekor, dan luka-luka.

“Setelah kejadian itu, Rifal anak aku ini dibawa orang yang ke Rumah Sakit Umum di Koba, sempat di rawat di situ beberapa hari,” ungkap Sup.

Sup melanjutkan, sekira satu bulan kemudian Sop juga pernah dibawa berobat ke RSBT Pangkalpinang.

“Setelah kejadian itu, Rifal ini dibawa orang ke Rumah Sakit Umum yang di Koba. Sekitar sebulan kemudian, pernah dibawa ke Rumah Sakit Timah (RSBT),” jelas Sup.

Sup mengatakan, hingga saat ini kasus tersebut belum ada kejelasan. Karena sampai sekarang belum ada proses hukum ataupun perdamaian antara kedua belah pihak.

“Kalau surat panggilan dari polisi belum ada. Masalah ini juga belum jelas, seperti apa kelanjutannya?” kata dia.

Sup berharap, ada bentuk pertanggungjawaban dari pihak pengendara mobil, yaitu membantu biaya berobat anaknya sampai sembuh dan sehat.

Sup menjelaskan, bahwa dia sudah berpisah dengan ibu Sop. Menurutnya, semula Sop di rawat ibunya di Toboali, baru kemudian dibawa dan tinggal bersamanya di Pangkalpinang.

Dari hasil penelusuran redaksi, mobil jenis sedan merek Honda itu ternyata milik HS, warga Toboali.

Dikonfirmasi via sambungan ponselnya, Minggu malam, HS mengakui bahwa mobilnya bertabrakan dengan motor yang dikendarai Sop, di Desa Penyak, pada bulan Juli lalu.

“Benar, itu memang mobil aku. Tapi sopirnya kawan aku, Candra,” ungkap HS.

Dikatakannya, saat kejadian mobil itu dikemudikan Candra, temannya. Saat itu HS mengaku duduk di sebelah sopir, dan ada satu anggota Polri duduk di kursi belakang.

“Waktu itu aku duduk disebelah sopir, ada kawan anggota polisi duduk di kursi belakang,” jelasnya.

HS menduga, bahwa ketika itu Sop dalam kondisi pengaruh alkohol saat berkendara.

“Kayaknya dia (Sop) itu lagi mabuk,” ujar HS.

Pasca kejadian, HS dan kawan-kawan berinisiatif membawa Sop ke RSUD Bangka Tengah, guna mendapat penanganan medis. Hal itu sebagai bentuk pertanggungjawaban dan atas rasa kemanusian.

Juga diakuinya, sekira satu bulan kemudian Sop dibawanya berobat ke Rumah Sakit Bhakti Timah di Pangkalpinang.

“Setelah kejadian itu kami langsung bawa dia (Sop) ke RSUD Bangka Tengah, itu sebagai bentuk pertanggungjawaban dan rasa kemanusian kami. Memang sekitar sebulan kemudian, baru dia kami bawa lagi berobat ke Rumah Sakit Bhakti Timah di Pangkalpinang. Dari berobat di Rumah Sakit Umum Koba, sampai berobat di RSBT itu, aku sudah bantu biayai semua. Dan itu atas dasar kemanusiaan saja,” beber HS panjang lebar.

Bila dilihat dari foto, akibat tabrakan itu nampak kerusakan mobil jenis sedan Honda itu berada di bagian depan sebelah kiri. Kuat dugaan, pengendara motor yang terlalu melebar ke kanan, hingga masuk ke jalur berlawanan. Atau pengendara mobil yang terlalu ke tengah, hingga melewati marka jalan.

Namun menurut HS, pengendara motor itulah yang melebar ke kanan jalan, hingga kemudian menabrak mobilnya.

“Sebenarnya sih, dia yang melebar ke kanan, dia yang nabrak mobil ku. Tapi atas dasar kemanusiaan, ya sudah, kami tetap bantu biaya berobat dia,” kata HS.

HS juga bersedia masalah itu diselesaikan secara kekeluargaan. Namun dia juga mengaku siap, jika proses hukum kasus laka lantas itu tetap berlanjut.

“Yang jelas dari kami sudah ada niat baik, buktinya biaya berobat kami bantu. Aku perbaiki mobil biaya sendiri. Dia juga perbaiki motornya biaya sendiri. Memang belum ada penyelesaian (kasusnya), belum ada kesepakatan damai. Tapi kami juga siap, kalau kasus itu mau diproses lanjut. Karena aku yakin, posisi kami tidak salah,” tegasnya.

Sementara Kapolres Bangka Tengah, AKBP Slamet Ady Purnaomo, menyatakan akan menindaklanjuti informasi tersebut.

“Akan segera saya tindaklanjuti bang, terimakasih informasinya,” ujar AKBP Slamet Ady Purnomo, Minggu malam. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *