Suranto Ajukan Pra Peradilan, Kajati Babel Sebut Itu Hak Yang Bersangkutan

  • Whatsapp
Gambar ilustrasi

PANGKALPINANG — Tersangka perkara dugaan korupsi proyek Penerangan Jalan Umum di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur, Ir. Suranto Wibowo, dikabarkan mengajukan Permohonan Pra Peradilan atas Sah atau Tidaknya penetapan dirinya sebagai tersangka oleh Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung.

Pantauan di website Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Permohonan Praperadilan Ir. Suranto Wibowo teregister dengan Nomor: 2/Prd.Pra/2019/PN.Pgp Tertanggal 3 Oktober 2019.

Menurut informasi yang beredar, sidang pertama Pra Peradilan tersebut akan digelar pada hari Jumat, Tanggal 11 Oktober 2019.

Menanggapi kabar tersebut, Kepala Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung, Aditia Warman SH. MH, mengatakan Pra Peradilan merupakan hak tersangka.

” Itu merupakan hak yang bersangkutan, silahkan saja,” kata Aditia Warman via aplikasi pesan instan WhatsApp, pada Rabu (09/10/2019) siang.

Disinggung bagaimana sikap dan langkah-langkah Kejati Babel dalam menghadapi Permohonan Pra Peradilan Ir. Suranto Wibowo tersebut? Aditia Warman menyatakan pihaknya sudah mengantisipasi segala kemungkinan.

” Kita sudah siap. Mulai dari penyidikan kita sudah antisipasi segala kemungkinan. Makanya kita prepare dalam segala langkah penanganannya,” kata dia.

Mengutif dari media siber rakyatpos.com, ternyata diam-diam Suranto mengajukan Permohonan Praperadilan atas Sah atau Tidaknya penetapan dirinya sebagai tersangka perkara dugaan korupsi proyek Penerangan Jalan Umum di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur oleh tim penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung.

Suranto mengajukan Permohonan Pra Peradilan dengan Termohon Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung, diduga karena tidak terima dirinya ditetapkan sebagai tersangka korupsi proyek PJU tersebut.

” Ir. Suranto Wibowo telah mengajukan Pra Peradilan ke Pengadilan Negeri Pangkalpinang sebagai Pemohon. Sedangkan yang menjadi Termohon dalam Permohonan Pra peradilan ini adalah Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung,” ungkap Ketua Pengadilan Negeri Pangkalpinang, melalui Hotma Sipahutar selaku Humas, Selasa (08/10/2019), sebagaimana diberitakan Harian Rakyat Pos.

Menurut Hotma, bahwa permohonan Pra Peradilan yang diajukan oleh mantan Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Bangka Belitung ini, sudah didaftarkan dengan Register Nomor: 2/Prd.Pra/2019/PN.Pgp di Pengadilan Negeri Pangkalpinang hampir sepekan lalu. Sidangan pertama Permohonan Pra Peradilan itu akan berlangsung pada hari Jum’at (11/10/2019) nanti.

“Permohonan Praperadilan ini didaftarkan pada hari Kamis, 3 Oktober 2019 oleh kuasa hukum termohon. Persidangannya itu akan disidangkan oleh hakim tunggal, yaitu Iwan Gunawan SH. MH. Jadi, nanti terlebih dahulu kita lihat di persidangan, apakah pemanggilan seperti itu terhadap para pihak hadir di persidangan pertamanya,” beber Hotma.

Masih kata Hotma, Permohonan Pra Peradilan yang diajukan oleh Suranto merupakan semi perdata. Permohonan yang diajukan dalam bentuk Gugatan, sedangkan hukum acara persidangan menggunakan aturan pidana.

“Akan dipanggil pada hari Jum’at, ikuti sidang perdananya nanti. Prapid ini akan dilaksanakan sebagaimana undang-undang, yaitu tujuh hari paling lama akan diputus hakim pemeriksa perkara ini,” kata Hotma.

Adapun Permohonan Pra peradilan yang diajukan, yaitu menyangkut masalah penetapan tersangka terhadap Suranto oleh penyidik Aspidsus Kejati Babel, penyitaan, penggeledahan dan pemeriksa saksi-saksi.

“Nanti, sama-sama akan kita dengarkan mengenai pembacaan Praperadilannya di ruang sidang, pada sidang pertama. Apabila, para pihak baik pemohon maupun termohon hadir di persidangan pada hari yang telah ditentukan,” tukasnya. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *